Jakarta – Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menegaskan timnya harus fokus pada performa di lapangan ketimbang sibuk menghitung posisi klasemen. Hal ini disampaikannya jelang laga penting menghadapi Hellas Verona di Allianz Stadium dalam lanjutan Liga Italia.
Saat ini, Juventus berada di posisi keempat klasemen sementara Serie A dan masih berjuang mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan. Dengan hanya empat pertandingan tersisa, konsistensi menjadi kunci utama bagi Bianconeri.
Di sisi lain, Hellas Verona datang dengan tekanan besar karena masih berkutat di zona bawah dan berusaha menghindari degradasi. Situasi ini diprediksi membuat pertandingan berlangsung sengit.
Fokus Performa, Bukan Hitung-hitungan
Spalletti menegaskan bahwa timnya tidak boleh terjebak dalam kalkulasi klasemen. Menurutnya, Juventus harus bermain dengan standar tinggi di setiap pertandingan.
“Anda akan finis di posisi keempat jika memang pantas berada di sana. Kami telah menjaga standar kami dan tidak seharusnya fokus pada hitung-hitungan, tetapi pada performa harian,” ujar Spalletti.
Ia juga menekankan bahwa mentalitas tim harus mengarah pada ambisi besar, bukan sekadar bertahan di posisi empat.
“Kami harus memikirkan Liga Champions, bukan posisi keempat. Jika Anda memikirkan yang pertama, Anda akan bertindak seperti tim yang punya sesuatu untuk dibuktikan,” tambahnya.
Spalletti bahkan mengkritik pendekatan bermain yang terlalu aman dalam sepak bola modern.
“Liga Champions memberi penghargaan kepada mereka yang menciptakan kekacauan, bukan yang menghindarinya,” tegasnya.
Evaluasi Performa dan Mentalitas Tim
Pelatih asal Italia itu juga menyoroti penampilan timnya pada laga sebelumnya, terutama saat menghadapi AC Milan. Ia mengaku tidak puas karena Juventus terlalu mengikuti ritme permainan lawan.
“Saya tidak puas dengan laga di Milan. Tidak mengambil sikap adalah sesuatu yang tidak saya sukai,” kata Spalletti.
Ia menilai timnya harus lebih berani mengambil inisiatif dan menunjukkan karakter sebagai tim besar.
Peran Penting Pemain Kunci
Selain soal taktik, Spalletti juga menekankan pentingnya hubungan antara pelatih dan pemain dalam membangun performa tim.
Ia memberikan perhatian khusus kepada beberapa pemain, termasuk Kenan Yildiz dan Dusan Vlahovic.
“Kenan Yildiz adalah pemain yang selalu bermain positif, bahkan dalam situasi sulit. Dia pemain hebat dan saya beruntung melatihnya,” ujarnya.
Spalletti juga memastikan kondisi Yildiz terus dipantau setelah sempat mengalami masalah fisik.
Sementara itu, Dusan Vlahovic disebut dalam kondisi siap tempur.
“Vlahovic berlatih dengan baik. Dia profesional, memiliki karakter kuat, dan bisa memberikan dampak besar bagi tim,” tambahnya.
Tantangan Menuju Akhir Musim
Dengan kompetisi yang semakin mendekati akhir, Juventus dituntut menjaga konsistensi jika ingin mengamankan tempat di Liga Champions.
Spalletti pun berharap timnya mampu menunjukkan performa terbaik di setiap laga tersisa, dimulai dari duel melawan Hellas Verona.
Baginya, kunci kesuksesan bukan pada perhitungan angka di klasemen, melainkan pada kualitas permainan yang ditampilkan di atas lapangan.
