Arsenal masih berada di posisi terdepan dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini. Namun, mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, menilai ada faktor besar yang bisa menggagalkan ambisi The Gunners menjadi juara.
Menurut Carragher, padatnya jadwal di penghujung musim—terutama karena keterlibatan di Liga Champions—berpotensi mengganggu performa tim asuhan Mikel Arteta.
Arsenal baru saja meraih kemenangan penting atas Newcastle United. Gol tunggal dari Eberechi Eze memastikan tiga poin sekaligus menjaga mereka tetap di puncak klasemen.
Namun, tantangan berat sudah menanti. Arsenal akan menghadapi Atlético Madrid di semifinal Liga Champions tengah pekan ini—laga yang diprediksi menguras energi dan fokus pemain.
Kerugian Jadwal Padat
Arsenal dijadwalkan menghadapi Fulham dalam lanjutan Liga Inggris akhir pekan nanti. Laga derbi London ini datang di tengah jadwal yang sangat padat, diapit dua pertandingan penting di kompetisi Eropa.
Situasi ini memaksa Arteta untuk melakukan rotasi pemain secara cermat. Minimnya waktu pemulihan juga membuat kondisi fisik pemain inti rentan menurun.
“Saya merasa Arsenal sangat tidak beruntung. Dari pengalaman saya bermain di semifinal Liga Champions, perbedaan bermain Rabu lalu Selasa itu sangat besar,” ujar Carragher.
“Anda pada dasarnya memainkan tiga pertandingan dalam enam hari, bukan delapan hari. Itu perbedaan yang sangat signifikan di fase krusial seperti ini.”
Ancaman di Kompetisi Domestik
Pertandingan melawan Fulham bukan laga yang bisa dianggap enteng. Selain berstatus derbi, Fulham memiliki kualitas untuk merepotkan Arsenal.
Di sisi lain, tekanan dalam perburuan gelar juga semakin meningkat. Arsenal harus terus menjaga jarak dari pesaing seperti Manchester City yang terus membayangi di papan atas.
“Saya benar-benar khawatir dengan laga melawan Fulham ini,” lanjut Carragher.
“Jadwal mereka sangat tidak bersahabat. Tiga pertandingan dalam enam hari adalah beban yang sangat berat.”
Sinyal Kelelahan Mulai Terlihat
Tanda-tanda kelelahan mulai terlihat saat Arsenal menghadapi Newcastle. Performa mereka tidak seefektif biasanya, terutama di lini tengah.
Beberapa pemain tampak kesulitan mengimbangi intensitas lawan. Sandro Tonali dan Bruno Guimarães bahkan sempat mendominasi tempo permainan di beberapa momen.
Meski demikian, lini belakang Arsenal tetap tampil disiplin dan mampu menjaga keunggulan hingga akhir laga.
“Kekhawatiran saya bukan soal mental atau tekanan, tapi murni kelelahan,” jelas Carragher.
“Melihat Newcastle bisa bermain cukup leluasa di Emirates adalah tanda yang mengkhawatirkan.”
