Polemik paspor dan izin kerja pemain di Belanda berpotensi menimbulkan dampak besar bagi kompetisi Eredivisie musim 2025/2026. Bahkan, skenario terburuknya adalah ratusan pertandingan harus diulang.
Media Inggris GiveMeSport melaporkan bahwa kasus ini turut menyeret bek Timnas Indonesia, Dean James, yang saat ini membela Go Ahead Eagles.
Masalah bermula dari gugatan NAC Breda usai kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026. NAC Breda menilai Dean James seharusnya tidak bisa tampil karena diduga tidak memiliki izin kerja yang sah di Belanda.
Dean James sendiri merupakan pemain kelahiran Belanda yang memilih membela Indonesia. Dalam proses naturalisasi tersebut, ia disebut kehilangan kewarganegaraan Belandanya, yang berimplikasi pada status administrasi dan izin bermainnya.
Awal Mula Polemik
Kasus ini pertama kali mencuat dari pernyataan Rogier Jacobs dalam podcast De Derde Helft. Ia mengungkap bahwa sejumlah pemain berdarah Indonesia yang memilih kewarganegaraan baru bisa saja tanpa sadar kehilangan status hukum mereka di Belanda.
Pernyataan tersebut memicu perhatian publik dan klub. Empat hari setelah podcast dirilis, NAC Breda resmi melayangkan pengaduan kepada KNVB terkait kelayakan Dean James.
Kasus ini kemudian meluas, dengan sekitar 25 pemain dari berbagai negara—termasuk Indonesia, Suriname, dan Cape Verde—diduga terdampak aturan kewarganegaraan ganda di Belanda.
133 Pertandingan Terancam Diulang
Sidang terkait kasus ini telah digelar di Utrecht pada 28 April 2026, mempertemukan pihak NAC Breda dan KNVB. Putusan dijadwalkan keluar pada 4 Mei 2026.
Pengacara KNVB, Michiel van Dijk, memperingatkan bahwa jika hakim memenangkan NAC Breda, efeknya bisa sangat luas.
Ia menyebut akan terjadi “efek bola salju” yang berpotensi membuat setidaknya 133 pertandingan harus diulang.
Sejumlah klub besar seperti Ajax, Feyenoord, FC Volendam, Telstar, dan Heracles Almelo dikabarkan siap mengajukan tuntutan serupa apabila gugatan dikabulkan.
Ancaman Kekacauan Kompetisi
Direktur KNVB, Marianne van Leeuwen, mengakui situasi ini sangat mengkhawatirkan dan berpotensi mengacaukan jalannya kompetisi.
Menurutnya, jika banyak klub ikut mengajukan gugatan, maka bukan tidak mungkin musim Eredivisie 2025/2026 tidak dapat diselesaikan.
“Situasi ini bisa berkembang ke berbagai arah. Kami melihat potensi kekacauan jika banyak klub mengajukan klaim serupa,” ujar van Leeuwen.
Ia juga menegaskan bahwa dalam skenario terburuk, masalah penjadwalan akibat pengulangan pertandingan bisa membuat kompetisi tidak mungkin dilanjutkan hingga tuntas.
