Bek Persija Jakarta, Rizky Ridho, menyampaikan permintaan maaf kepada The Jakmania setelah Macan Kemayoran dipastikan gagal meraih gelar juara BRI Super League 2025/2026. Hal itu terjadi usai Persija kalah 1-2 dari Persib Bandung pada pekan ke-32 di Stadion Segiri, Minggu (10/5/2026).
Hasil tersebut sekaligus menutup peluang Persija dalam perburuan gelar musim ini. Kekalahan dari rival abadi itu menjadi pukulan berat, mengingat laga berlangsung dengan tensi tinggi dan penuh gengsi.
Persib Bandung sendiri semakin dekat untuk memastikan gelar juara, sementara Persija dipastikan tidak lagi mampu mengejar di dua laga tersisa.
Ridho Sampaikan Permintaan Maaf
Rizky Ridho mengakui hasil tersebut jauh dari harapan seluruh elemen tim. Meski masih menyisakan dua pertandingan, ia menegaskan bahwa peluang Persija menjadi juara sudah tertutup.
“Musim ini masih menyisakan dua laga, tetapi posisi Persija sudah bisa dipastikan berada di posisi yang tidak sesuai target kami,” ujar Ridho.
Ia kemudian secara terbuka meminta maaf kepada para suporter.
“Saya meminta maaf atas hasil ini, terutama kepada pendukung setia kami, The Jakmania,” tambahnya.
Musim yang Penuh Tantangan
Ridho menyebut perjalanan Persija sepanjang musim ini dipenuhi naik turun performa. Namun, ia menilai hal tersebut merupakan bagian dari proses dalam sepak bola.
Menurutnya, tim tetap harus mengambil pelajaran dari setiap kesalahan untuk perbaikan ke depan.
“Musim yang tidak mudah, naik turun itu hal wajar dalam sepak bola. Yang terpenting adalah belajar dari setiap kesalahan,” tegasnya.
Ia juga menilai ada perkembangan dalam tim meski hasil akhir belum sesuai harapan.
Insiden Usai Laga Kontra Persib
Ridho juga tidak menampik adanya insiden kecil yang terjadi setelah pertandingan melawan Persib. Ia menyebut situasi panas dalam laga sebesar itu merupakan hal yang lumrah.
“Tensi tinggi memang sering terjadi dalam pertandingan seperti itu, termasuk ada insiden kecil setelah laga,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai kejadian tersebut bisa menimbulkan banyak interpretasi, namun menyerahkan penilaian kepada pihak terkait.
Rivalitas Hanya di Lapangan
Meski sempat terjadi ketegangan, Ridho memastikan hubungan antarpemain tetap baik setelah pertandingan berakhir.
“Rivalitas hanya terjadi di atas lapangan. Setelah itu kami tetap berkomunikasi dengan baik,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Ridho berterima kasih atas dukungan maupun kritik dari suporter, serta berjanji akan menyelesaikan sisa musim dengan maksimal.
“Kami akan berusaha menyelesaikan sisa pertandingan dengan baik dan melakukan evaluasi untuk musim berikutnya,” tutupnya.
