Perjalanan Timnas U-17 Indonesia di ajang ASEAN Championship U-17 2026 harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Hasil imbang tanpa gol melawan Vietnam memastikan langkah Garuda Asia terhenti di fase grup, sekaligus mengubur harapan untuk kembali melangkah ke babak semifinal.
Dengan raihan 4 poin, Indonesia finis di posisi ketiga Grup A. Hasil ini terasa pahit, mengingat sejak 2018 Garuda Asia selalu berhasil menembus babak semifinal. Kini, rekor tersebut resmi terputus.
Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto pun tidak menutupi rasa kecewanya. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung setia Timnas, meski tetap memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras para pemain selama turnamen berlangsung.
Dari sisi taktik, strategi counter attack yang diterapkan belum mampu memberikan hasil maksimal. Minimnya efektivitas di lini depan menjadi salah satu faktor utama kegagalan Indonesia mengamankan kemenangan penting di laga penentuan.
Meski tersingkir, langkah Timnas U-17 tidak berhenti di sini. Evaluasi menyeluruh dipastikan akan dilakukan oleh tim pelatih sebagai persiapan menghadapi Piala Asia U-17 2026. Salah satu rencana yang mencuat adalah penambahan pemain diaspora guna memperkuat kedalaman skuad dan meningkatkan daya saing tim.
Kegagalan ini bisa menjadi titik balik bagi Garuda Asia untuk bangkit lebih kuat. Dengan pembenahan yang tepat dan persiapan matang, harapan untuk tampil lebih kompetitif di level Asia tetap terbuka lebar.
Garuda Asia mungkin terhenti hari ini, tetapi perjalanan mereka belum selesai.
