Chelsea mungkin gagal meraih kemenangan di Anfield, tetapi hasil imbang 1-1 melawan Liverpool justru menghadirkan optimisme besar menjelang final Piala FA. Di tengah musim yang penuh inkonsistensi, The Blues tampil jauh lebih hidup dan menunjukkan salah satu performa terbaik mereka musim ini.
Liverpool sempat unggul cepat lewat gol Ryan Gravenberch pada menit keenam. Namun, Chelsea mampu merespons dengan baik dan menyamakan skor melalui situasi tendangan bebas Enzo Fernandez yang sempat diduga mengenai Wesley Fofana sebelum masuk ke gawang.
Hasil tersebut menjadi suntikan moral penting bagi skuad Chelsea yang akan menghadapi Manchester City di final Piala FA pekan depan di Wembley.
Chelsea Bangkit Setelah Start Buruk
Chelsea menjalani awal pertandingan yang cukup sulit di Anfield. Liverpool langsung tampil agresif sejak menit pertama dan berhasil membuka keunggulan melalui tembakan melengkung Ryan Gravenberch dari luar kotak penalti.
Di tengah tekanan tersebut, suporter Chelsea bahkan sempat melontarkan nyanyian protes kepada pemilik klub.
Namun setelah 20 menit pertama, permainan Chelsea perlahan mulai berkembang. Mereka berhasil mengambil alih ritme pertandingan dan tampil lebih berani dalam membangun serangan.
Gol penyeimbang akhirnya datang lewat bola mati Enzo Fernandez. Meski tayangan ulang menunjukkan Wesley Fofana kemungkinan menjadi pemain terakhir yang menyentuh bola, gol tersebut tetap menjadi simbol kebangkitan Chelsea di laga itu.
Setelah menyamakan skor, Chelsea tampil semakin percaya diri dan dinilai lebih konsisten menciptakan tekanan dibanding Liverpool hingga akhir pertandingan.
Manchester City Patut Waspada
Performa Chelsea di Anfield dianggap sebagai sinyal bahaya bagi Manchester City menjelang final Piala FA. Beberapa pemain utama The Blues mulai menunjukkan performa terbaik mereka pada fase krusial musim ini.
Cole Palmer tampil kreatif di lini depan, sementara Enzo Fernandez kembali menunjukkan pengaruh besar di lini tengah. Marc Cucurella dan Joao Pedro juga tampil impresif sepanjang pertandingan.
Kabar positif lainnya datang dari Reece James yang akhirnya kembali bermain setelah absen tujuh pekan akibat cedera. Kehadirannya memberikan keseimbangan tambahan bagi permainan Chelsea.
Selain itu, Levi Colwill yang kembali fit serta performa solid Filip Jorgensen di bawah mistar semakin memperkuat kepercayaan diri skuad The Blues.
Chelsea Masih Berbahaya Meski Inkonsisten
Musim Chelsea memang dipenuhi naik-turun performa. Namun, kualitas individu yang dimiliki skuad mereka tetap membuat tim asal London itu sulit diremehkan.
Situasi serupa juga terlihat saat Chelsea tampil impresif pada semifinal Piala FA melawan Leeds United, beberapa hari setelah pemecatan Liam Rosenior.
Ketika seluruh elemen permainan mereka berjalan maksimal, Chelsea dinilai tetap memiliki kapasitas untuk mengalahkan tim mana pun, termasuk Manchester City.
Jika mampu mengulangi performa seperti saat menghadapi Liverpool di Anfield, peluang Chelsea untuk mengangkat trofi Piala FA musim ini terbuka lebar.
