Barcelona akhirnya memastikan gelar La Liga musim 2025/2026 dengan cara yang sangat istimewa. Kemenangan 2-0 atas rival abadi Real Madrid membuat Blaugrana resmi mengunci trofi liga ke-29 mereka, sekaligus menjadi pertama kalinya gelar dipastikan lewat kemenangan di El Clasico.
Perayaan besar langsung pecah di Camp Nou dan seluruh penjuru kota Barcelona. Namun, di balik euforia tersebut, tersimpan pesan kuat dari ruang ganti Blaugrana: musim ini belum cukup.
Pelatih Hansi Flick dan skuad mudanya merasa Barcelona masih memiliki ruang besar untuk berkembang, terutama di kompetisi Liga Champions. Karena itu, kesuksesan domestik musim ini justru dianggap sebagai awal dari ambisi yang lebih besar.
Skuad Muda Barcelona Semakin Matang
Barcelona menjuarai La Liga musim ini dengan status sebagai skuad termuda di kompetisi. Rata-rata usia tim asuhan Hansi Flick hanya 24,6 tahun, sedikit meningkat dibanding musim lalu yang berada di angka 24,1 tahun.
Meski dihuni banyak pemain muda, Barcelona menunjukkan mentalitas luar biasa sepanjang musim. Setelah kalah dari Real Madrid pada pertemuan pertama di bulan Oktober, Blaugrana bangkit dengan impresif dan berhasil memenangi 23 dari 25 pertandingan liga berikutnya.
Keberhasilan tersebut terasa semakin emosional karena Flick tetap mendampingi tim pada laga penentuan melawan Madrid, meski baru kehilangan ayahnya beberapa hari sebelumnya.
Sejak kedatangannya pada 2024, Flick telah membawa Barcelona meraih lima trofi domestik dari enam kompetisi yang diikuti.
Bek muda Barcelona, Pau Cubarsi, menegaskan bahwa timnya belum ingin berhenti sampai di sini.
“Kami tidak ingin musim depan berjalan sama seperti sekarang. Kami ingin lebih. Kami masih muda, lapar gelar, dan ingin memenangkan semuanya,” ujar Cubarsi.
Barcelona Lebih Solid di Era Flick
Ketergantungan Barcelona terhadap Lamine Yamal memang masih sangat besar, tetapi Hansi Flick berhasil membangun tim yang jauh lebih kolektif dibanding sebelumnya. Banyak pemain tampil konsisten dan memberikan kontribusi besar sepanjang musim.
Tercatat ada tujuh pemain Barcelona yang masuk dalam daftar 16 besar kontribusi gol terbanyak di La Liga musim ini. Selain Yamal, nama-nama seperti Ferran Torres, Robert Lewandowski, Fermin Lopez, Marcus Rashford, Dani Olmo, hingga Raphinha tampil produktif.
Meski jumlah gol Barcelona sedikit menurun dibanding musim lalu, Flick menilai timnya mengalami peningkatan signifikan dalam aspek pertahanan.
“Kami memang tidak mencetak gol sebanyak musim lalu, tetapi saya pikir kami bertahan jauh lebih baik, terutama di akhir musim,” ujar Flick.
Salah satu faktor penting di balik solidnya pertahanan Barcelona adalah kehadiran kiper anyar Joan Garcia. Perekrutannya dari rival sekota Espanyol sempat dipertanyakan karena Blaugrana sebenarnya masih memiliki Marc-Andre ter Stegen dan Wojciech Szczesny.
Namun, Garcia berhasil menjawab semua keraguan. Ia tampil luar biasa sepanjang musim dengan mencatatkan 15 clean sheet dalam 29 pertandingan La Liga dan hanya kebobolan 20 gol.
Staf pelatih Barcelona bahkan menilai Garcia membantu tim meraih setidaknya enam poin tambahan lewat sejumlah penyelamatan krusial.
Camp Nou Kembali Jadi Benteng Menakutkan
Salah satu kekuatan terbesar Barcelona musim ini datang dari performa kandang mereka. Setelah sempat bermain di Johan Cruyff Stadium dan Stadion Olimpiade, Blaugrana akhirnya kembali ke Camp Nou yang masih dalam proses renovasi pada November lalu.
Kembalinya atmosfer Camp Nou langsung membawa dampak besar. Kapasitas stadion yang perlahan meningkat hingga mencapai 62 ribu penonton membuat tekanan terhadap tim lawan semakin terasa.
Barcelona pun sukses memenangi seluruh 18 pertandingan kandang mereka di La Liga musim ini. Kehadiran kembali kelompok suporter Grada d’Animacio pada Februari juga dinilai ikut menghidupkan atmosfer stadion.
“Dengan dukungan suporter seperti itu, akan sangat sulit bagi siapa pun mengalahkan kami di kandang,” kata Raphinha.
Dominasi Barcelona musim ini bahkan membuka peluang lahirnya sejarah baru. Blaugrana menjadi tim pertama yang mampu memenangi 30 dari 35 laga awal La Liga dan masih berpeluang menembus 100 poin.
Barcelona Kini Bidik Dominasi Eropa
Meski sukses besar di kompetisi domestik, Barcelona merasa masih memiliki target yang belum tercapai. Kegagalan melangkah jauh di Liga Champions menjadi luka yang belum sepenuhnya hilang dari ruang ganti tim.
Hansi Flick pun mulai menyusun rencana besar untuk musim depan. Pelatih asal Jerman tersebut dikabarkan menginginkan tambahan pemain berpengalaman serta sosok pemimpin baru di dalam skuad.
Menurut laporan ESPN, Flick meminta Barcelona mendatangkan satu bek tengah, striker baru, dan pemain depan serbabisa pada bursa transfer musim panas mendatang.
Flick juga menegaskan bahwa Barcelona harus naik ke level berikutnya jika ingin kembali mendominasi Eropa.
“Kami masih punya banyak mimpi. Kami ingin mencapai level berikutnya dan memenangkan Liga Champions,” tegas Flick.
