Borneo FC terus menjaga peluang juara dalam persaingan ketat BRI Super League 2025/2026. Pesut Etam berhasil menempel Persib Bandung di papan atas klasemen setelah meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Bali United pada pekan ke-32.
Hasil tersebut membuat Borneo FC kini mengoleksi poin yang sama dengan Persib, yakni 75 angka dari 32 pertandingan. Meski kalah head to head, peluang Pesut Etam untuk meraih gelar juara masih terbuka hingga dua laga terakhir musim ini.
Situasi tersebut membuat persaingan menuju tangga juara semakin panas. Borneo FC masih akan menghadapi Persijap Jepara dan Malut United, sementara Persib Bandung dijadwalkan bertemu PSM Makassar sebelum melawan Persijap pada pekan penutup.
Mentalitas Jadi Kunci Persaingan
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menilai kekuatan utama timnya musim ini terletak pada mentalitas para pemain. Ia menegaskan skuad Pesut Etam mampu menjaga fokus tanpa terbebani tekanan dalam perebutan gelar.
“Saya rasa tidak ada yang tertekan. Pertama yang jelas saya sangat bangga dengan kerja keras pemain kami sejauh ini. Tapi kami tidak pernah puas. Mungkin Bojan Hodak juga memiliki pemikiran yang sama,” ujar Fabio Lefundes.
Menurut pelatih asal Brasil tersebut, baik Borneo FC maupun Persib sama-sama menunjukkan konsistensi luar biasa hingga akhir musim. Hal itulah yang membuat persaingan gelar berjalan sangat ketat.
Fabio juga menyebut kedua tim saling memberi tekanan secara tidak langsung. Persib bisa merasa frustrasi ketika Borneo terus menang, begitu pula sebaliknya jika Pesut Etam gagal memanfaatkan peluang saat rivalnya kehilangan poin.
Filosofi “Ganti Bensin”
Fabio Lefundes kemudian melontarkan pernyataan menarik saat membahas kebangkitan performa timnya. Ia menggunakan metafora soal “bensin” untuk menggambarkan kondisi Borneo FC musim ini.
Menurutnya, banyak pihak sempat mengira Borneo FC mulai kehabisan tenaga setelah mengalami penurunan performa pada pertengahan musim, terutama usai kalah dari Bali United pada pekan ke-12.
“Mereka bilang bensin kami sudah habis. Tapi mereka tidak tahu kami tidak kehabisan bensin, tapi hanya menggantinya,” kata Fabio sambil bercanda.
Ia kemudian melanjutkan metafora tersebut dengan kalimat yang langsung menarik perhatian publik sepak bola Indonesia.
“Kami menggantinya dari Pertalite dan sekarang pakai yang lebih bagus. Kamu berharap tangki kami penuh dan membuahkan hasil,” tambahnya.
Fokus Menang di Dua Laga Terakhir
Meski peluang juara masih terbuka, Fabio Lefundes memilih fokus pada performa timnya sendiri dibanding memikirkan hasil Persib Bandung.
Pelatih berusia 53 tahun itu berharap Borneo FC mampu menyapu bersih dua pertandingan tersisa demi menjaga peluang menjadi juara hingga pekan terakhir.
“Jangan tanya itu, nanti bisa ramai di media sosial. Yang jelas harapan saya adalah Borneo FC bermain baik dan menyapu bersih poin penuh dalam dua pertandingan terakhir,” tutup Fabio Lefundes.
Persaingan Persib Bandung dan Borneo FC kini dipastikan menjadi sorotan utama hingga akhir musim BRI Super League 2025/2026.
