Jakarta – Laga seru tersaji saat Everton menjamu Manchester City dalam lanjutan Liga Inggris di Goodison Park. Pertandingan berlangsung penuh drama dan berakhir imbang 3-3, membuat tim asuhan Pep Guardiola gagal membawa pulang tiga poin.
Sejak awal laga, Manchester City tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 76 persen di babak pertama. Namun, solidnya pertahanan Everton membuat Erling Haaland dan kawan-kawan kesulitan menciptakan peluang bersih.
Kebuntuan akhirnya pecah lewat aksi Jeremy Doku. Winger lincah itu mencetak gol pembuka melalui sepakan akurat yang tak mampu dijangkau Jordan Pickford. Gol tersebut sempat membuat City berada di atas angin sebelum jalannya pertandingan berubah drastis.
Memasuki babak kedua, Everton tampil jauh lebih agresif. Mereka mulai berani keluar menyerang dan berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang City. Thierno Barry menjadi aktor utama kebangkitan tuan rumah.
Gol pertama Everton tercipta dari kesalahan fatal lini belakang City. Back pass yang buruk langsung dimanfaatkan Barry untuk menaklukkan kiper. Tak lama berselang, Jake O’Brien membawa Everton berbalik unggul lewat sundulan hasil situasi sepak pojok.
Tekanan terus berlanjut hingga Barry mencetak gol keduanya dan membuat Everton unggul 3-1. Situasi ini membuat City berada dalam tekanan besar dan dipaksa bermain lebih terbuka.
Pep Guardiola kemudian melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Phil Foden dan Mateo Kovacic. Pergantian ini terbukti efektif dalam meningkatkan intensitas serangan tim tamu.
City berhasil memperkecil ketertinggalan lewat gol Erling Haaland yang memanfaatkan umpan matang dari Kovacic. Momentum tersebut membuat City terus menekan di sisa waktu pertandingan.
Upaya keras The Citizens akhirnya membuahkan hasil di menit-menit akhir. Jeremy Doku kembali menjadi penyelamat setelah mencetak gol penyeimbang yang memastikan laga berakhir 3-3.
Hasil ini tentu kurang menguntungkan bagi Manchester City dalam persaingan papan atas klasemen. Sementara itu, Everton patut diapresiasi atas semangat juang mereka yang mampu memberikan perlawanan sengit hingga akhir pertandingan.
