Gelandang andalan Barcelona, Frenkie de Jong, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya tersingkir dari Liga Champions. Langkah Blaugrana terhenti di babak perempat final usai kalah dari Atletico Madrid.
Bermain di Metropolitano, Barcelona takluk 1-2 pada leg kedua, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut membuat agregat akhir menjadi 3-2 untuk keunggulan tim asuhan Diego Simeone, setelah Barca sebelumnya kalah 0-2 di leg pertama.
De Jong menilai timnya telah tampil sangat baik sepanjang pertandingan. Namun, hasil akhir tidak mencerminkan dominasi yang mereka tunjukkan di lapangan.
Pemain asal Belanda itu menegaskan bahwa skuad muda Barcelona telah berjuang habis-habisan. Baginya, kegagalan ini lebih disebabkan oleh faktor keberuntungan yang tidak berpihak.
Dominasi yang Berujung Kegagalan
Barcelona mengawali pertandingan dengan sangat meyakinkan lewat gol cepat Lamine Yamal. Gol tersebut sempat membuka harapan besar untuk membalikkan keadaan dan lolos ke semifinal.
Namun, Atletico Madrid mampu merespons melalui gol balasan Ademola Lookman. Gol itu mengubah jalannya laga dan meningkatkan tekanan terhadap Barcelona.
De Jong mengakui bahwa di level Liga Champions, detail kecil sangat menentukan hasil akhir pertandingan. Meski begitu, ia merasa timnya sudah berada di jalur yang tepat.
“Kami memainkan pertandingan yang sangat bagus dan memberikan segalanya di lapangan. Saya merasa keberuntungan tidak berada di pihak kami malam ini,” ujar De Jong.
Optimisme di Tengah Kekecewaan
Kekalahan ini terasa semakin berat karena Barcelona harus bermain dengan 10 orang setelah Eric Garcia menerima kartu merah di babak kedua. Momen tersebut menjadi titik balik yang memengaruhi jalannya pertandingan.
Meski demikian, De Jong meminta timnya untuk tidak larut dalam kekecewaan. Ia melihat potensi besar dalam skuad muda Barcelona yang terus berkembang.
Ia yakin proses yang sedang dijalani akan membuahkan hasil positif di masa depan. Menurutnya, satu kegagalan tidak menghapus arah perkembangan tim.
“Tersingkir di perempat final memang mengecewakan karena kami ingin menjadi juara. Namun, itu bukan berarti kami bermain buruk atau tidak berada di jalur yang benar,” tegasnya.
Fokus Mengamankan Gelar La Liga
Setelah tersingkir dari Eropa, Barcelona kini mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. Mereka masih memimpin klasemen La Liga dengan keunggulan poin yang cukup signifikan.
De Jong berharap timnya segera bangkit saat menghadapi Celta Vigo di Camp Nou pada pekan depan. Laga tersebut menjadi momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan diri.
Ia juga menilai pengalaman pahit di Liga Champions sebagai bagian dari proses pendewasaan tim muda Barcelona.
Gelandang internasional Belanda itu bertekad menutup musim dengan trofi liga sebagai bentuk pembuktian.
“Di Liga Champions, semuanya ditentukan oleh hal-hal kecil dan sedikit keberuntungan. Jika kami terus bermain seperti ini, keberuntungan itu akan datang pada waktunya,” tutup De Jong.
