Jakarta – AC Milan menghadapi situasi genting menjelang akhir Serie A 2025/2026. Posisi mereka di papan atas belum aman, dan ancaman gagal lolos ke Liga Champions mulai nyata.
Saat ini Rossoneri berada di peringkat ketiga dengan 67 poin. Namun jarak dengan para pesaing sangat tipis. AS Roma di posisi kelima hanya terpaut tiga angka, membuat persaingan menuju empat besar semakin ketat.
Penurunan performa dalam beberapa pekan terakhir memperparah situasi. Dari lima pertandingan terakhir, Milan hanya mampu meraih satu kemenangan. Kondisi ini jelas bukan modal ideal untuk mengunci tiket Liga Champions.
Dampak dari kegagalan tersebut bisa sangat besar, terutama pada komposisi skuad. Salah satu nama yang terancam hengkang adalah Luka Modric. Gelandang veteran asal Kroasia itu dikabarkan memiliki klausul yang membuat masa depannya bergantung pada kelolosan Milan ke Liga Champions.
Kontrak Modric akan habis pada Juni mendatang. Opsi perpanjangan hingga 2027 hanya akan diaktifkan jika ia bersedia bertahan, dengan syarat Milan finis di empat besar. Jika gagal, peluang kepergiannya terbuka lebar.
Kehilangan Modric tentu akan menjadi pukulan telak bagi lini tengah Milan. Pengalaman dan kualitasnya selama ini menjadi elemen penting dalam menjaga keseimbangan permainan tim.
Tak hanya pemain, posisi pelatih Massimiliano Allegri juga ikut terancam. Meski kontraknya berlaku hingga 2027, terdapat klausul perpanjangan otomatis hingga 2028 jika Milan lolos ke Liga Champions.
Jika target tersebut gagal tercapai, masa depan Allegri menjadi tanda tanya. Apalagi, ia juga dikaitkan dengan peluang menangani tim nasional Italia.
Situasi ini berpotensi menimbulkan efek domino bagi stabilitas klub. Kegagalan lolos ke Liga Champions bukan hanya soal prestasi, tetapi juga berdampak pada finansial, komposisi tim, hingga arah kebijakan manajemen ke depan.
Dengan beberapa laga tersisa, AC Milan kini berada di bawah tekanan besar. Mereka harus segera bangkit jika tidak ingin menghadapi konsekuensi besar yang bisa mengubah wajah tim musim depan.
