Xavi Hernandez Bongkar Borok Barcelona: Larangan Rekrut Bintang Arsenal hingga Merasa Ditusuk dari Belakang

Legenda FC Barcelona, Xavi Hernandez, melontarkan pernyataan mengejutkan yang mengguncang dunia sepak bola Spanyol. Dalam wawancara terbarunya, Xavi mengungkap sejumlah masalah internal klub, termasuk penolakan manajemen terhadap rencananya merekrut gelandang yang kini bersinar bersama Arsenal FC, Martin Zubimendi.

Menurut Xavi, penolakan tersebut terjadi pada musim panas 2023 saat Barcelona tengah mencari pengganti sepadan bagi Sergio Busquets yang hengkang. Ia mengaku heran karena alasan finansial yang digunakan klub terasa janggal.

Xavi menilai sejumlah kebijakan manajemen justru menghambat rencana besarnya untuk membangun kembali kekuatan Barcelona. Ia bahkan menuding ada upaya sistematis untuk merusak reputasinya di hadapan para pemain.

Pernyataan tersebut muncul di tengah memanasnya dinamika politik internal klub yang berkaitan dengan kepemimpinan presiden Joan Laporta.


Penolakan Rekrut Martin Zubimendi

Xavi mengungkapkan bahwa dirinya sudah menyusun daftar pemain yang dibutuhkan untuk menutup kekosongan setelah kepergian Busquets. Namun, rencana tersebut tidak mendapat dukungan penuh dari manajemen klub.

“Busquets akan pergi, jadi saya meminta mereka untuk mendatangkan Zubimendi,” ujar Xavi.

Menurutnya, klub menolak permintaan tersebut dengan alasan kondisi finansial yang masih sulit. Tak lama setelah itu, dua figur penting dalam struktur manajemen, yakni Jordi Cruyff dan Mateu Alemany, justru meninggalkan klub.

“Mereka mengatakan tidak kepada saya karena masalah ekonomi,” tambahnya.


Drama Pengkhianatan di Balik Layar

Kekecewaan Xavi semakin besar ketika mengetahui bahwa manajemen klub diam-diam menjalin komunikasi dengan pelatih yang akhirnya menjadi penggantinya, Hansi Flick.

Menurut Xavi, Flick bahkan diminta untuk tidak memberitahunya mengenai proses tersebut.

“Klub menyuruhnya untuk tidak memberi tahu saya apa pun. Karena itu dia datang ke rumah saya untuk meminta maaf,” ungkap Xavi.

Meski merasa dikhianati oleh pihak klub, Xavi menegaskan bahwa hubungannya dengan Flick tetap baik hingga saat ini.

“Hubungan saya dengan Hansi Flick sangat baik. Kami masih sering bertukar pesan,” jelasnya.


Fitnah di Ruang Ganti

Xavi juga mengklaim adanya upaya adu domba dari pihak manajemen kepada para pemain Barcelona. Beberapa pemain disebut menerima informasi yang tidak benar mengenai rencana sang pelatih.

Nama-nama seperti Pedri dan Ronald Araujo disebut menjadi korban dari rumor tersebut.

“Mereka membuat kampanye melawan saya di media. Bahkan mereka mengatakan kepada para pemain bahwa saya ingin menjual mereka,” kata Xavi.

Situasi tersebut sempat membuat kapten tim, Sergi Roberto, mempertanyakan masa depannya di klub.

“Sergi Roberto datang kepada saya dan bertanya apakah saya tidak menginginkannya lagi. Padahal justru sebaliknya, saya yang paling memperjuangkan kontraknya,” tegas Xavi.


Titik Terendah Barcelona

Xavi menilai penurunan performa Barcelona belakangan ini tidak terjadi secara kebetulan. Ia menyebut campur tangan berlebihan dari manajemen sebagai salah satu penyebab utama.

“Saat kami yang membuat keputusan, tim berkembang. Namun ketika mereka mulai mengambil keputusan, level tim justru menurun,” ujar Xavi.

Mantan pelatih Al Sadd SC itu juga mengaku menyesal tidak meninggalkan Barcelona lebih cepat ketika intervensi mulai terjadi.

“Seharusnya pada saat itu saya juga pergi,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai