Jakarta – Weston McKennie tengah menikmati fase terbaiknya bersama Juventus. Gelandang asal Amerika Serikat itu mengalami perubahan besar dalam perannya, menjadikannya figur penting berkat kemampuan beradaptasi dengan berbagai skema dan tugas di lapangan.
Transformasi tersebut tidak lepas dari sentuhan Luciano Spalletti. Pelatih anyar Juventus itu dikenal memiliki pendekatan taktis yang mampu mengeluarkan potensi maksimal para pemainnya.
Dampaknya langsung terlihat dalam performa tim. Juventus mencatat enam kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir, termasuk hasil positif saat menghadapi Bologna dan AS Roma—dua rival utama dalam persaingan papan atas Serie A.
McKennie menjadi salah satu elemen kunci di balik kebangkitan tersebut. Perannya kini jauh lebih kompleks dan berpengaruh, menghadirkan keseimbangan sekaligus kreativitas dalam permainan Bianconeri.
Evolusi Peran McKennie di Era Spalletti
Pengamat sepak bola Andrea Stramaccioni menilai perubahan fungsi McKennie sebagai terobosan taktis yang jarang terjadi. Mantan pelatih Inter Milan itu bahkan menyebutnya sebagai inovasi yang nyaris tak pernah terlihat dalam 20 tahun terakhir.
“Peran ini sangat inovatif dan menentukan. Saya rasa hal seperti ini belum pernah kita lihat selama dua dekade,” ujar Stramaccioni kepada Gazzetta.
Ia menilai Spalletti menemukan pendekatan paling efektif saat Juventus menghadapi AS Roma. Dalam skema tersebut, McKennie diberi kebebasan bergerak—berperan di sisi sayap ketika bertahan, lalu berubah menjadi penyerang kedua saat tim menguasai bola.
“Gol Openda berawal dari pergerakan McKennie di area penalti. Solusi ini sudah diuji Spalletti sejak derby melawan Torino,” lanjut Stramaccioni, yang juga pernah menangani Bologna.
Efek Berantai pada Permainan Juventus
Fleksibilitas peran McKennie memberikan dampak besar pada struktur permainan Juventus. Spalletti kini mampu menjaga keseimbangan antara lebar serangan dan kepadatan di area tengah.
Dengan McKennie aktif mengisi half-space, para winger tetap bisa fokus pada duel satu lawan satu di sisi lapangan. Pola ini membuat serangan Juventus menjadi lebih bervariasi dan sulit diprediksi lawan.
“Keuntungan lainnya adalah pemain seperti Conceicao atau Zhegrova bisa tetap berada di sayap dan memaksimalkan kemampuan duel mereka, sementara Kalulu selalu siap memberikan perlindungan dari belakang,” jelas Stramaccioni.
