Timnas Filipina menyongsong ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 dengan rasa percaya diri tinggi. Performa impresif pada edisi 2024 membuat The Azkals berpeluang kembali berperan sebagai kuda hitam yang merepotkan tim-tim besar Asia Tenggara.
Perkembangan Filipina dalam beberapa tahun terakhir cukup signifikan. Pada Piala AFF 2024, mereka sukses melaju hingga semifinal, sebuah pencapaian yang tergolong istimewa. Filipina finis sebagai runner-up Grup B, mendampingi Vietnam yang keluar sebagai juara grup.
Di fase grup, skuad asuhan Albert Capellas saat itu mampu menahan Vietnam dengan skor 1-1 serta mencatat kemenangan penting atas Timnas Indonesia di Stadion Manahan, Solo. Gol tunggal Bjorn Kristensen menjadi penentu hasil tersebut dan membuka jalan Filipina ke fase gugur.
Kejutan Filipina tak berhenti di situ. Di babak semifinal, mereka mencatat sejarah dengan menundukkan Thailand 2-1 pada leg pertama di Manila. Meski akhirnya tersingkir setelah kalah 1-3 melalui perpanjangan waktu di Bangkok, kemenangan tersebut tetap memiliki arti besar.
Hasil itu menjadi kemenangan perdana Filipina atas Thailand sejak 1972, sekaligus kemenangan pertama mereka di fase semifinal Piala AFF sepanjang sejarah keikutsertaan.
Optimisme Menyambut Edisi 2026
Menjelang Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026, Timnas Filipina kembali membawa optimisme. Kini, The Azkals berada di bawah arahan pelatih anyar, Carles Cuadrat, yang dipercaya mampu melanjutkan tren positif tim.
Filipina akan berlaga di Grup B bersama Myanmar, Laos, Malaysia, dan Thailand. Cuadrat menilai timnya memiliki modal kuat untuk kembali bersaing hingga fase akhir turnamen.
“Piala AFF 2026 menjadi momen penting untuk menunjukkan perkembangan sepak bola Filipina dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Cuadrat, dikutip dari laman resmi Federasi Sepak Bola Filipina (PFF).
Ia juga menyinggung pengalaman di edisi sebelumnya. Meski persaingan di fase grup ketat, Filipina mampu bertahan hingga laga terakhir dan memastikan kelolosan dengan kemenangan atas Indonesia di kandang lawan.
Thailand Tetap Jadi Tolok Ukur
Meski optimistis, Cuadrat tak menutup mata terhadap kekuatan tim-tim mapan di kawasan. Thailand masih dianggap sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menjuarai turnamen.
“Thailand selalu berada di level tertinggi. Kami bertemu mereka di semifinal edisi lalu, dan pertandingan itu akan selalu menjadi tantangan menarik,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut.
Cuadrat resmi menangani Timnas Filipina sejak Juli 2025. Di usia 57 tahun, ia diharapkan mampu membawa Azkals tampil lebih konsisten dan kompetitif di level regional.
Situasi Timnas Indonesia
Sementara itu, Piala AFF 2026 juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi Timnas Indonesia. Skuad Garuda tergabung di Grup A bersama Vietnam selaku juara bertahan, Singapura, Kamboja, serta pemenang laga play-off antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Indonesia berpotensi tidak diperkuat pemain-pemain yang merumput di Eropa karena jadwal turnamen berdekatan dengan masa pramusim klub. Selain itu, Piala AFF tidak termasuk dalam kalender resmi FIFA, sehingga klub tidak wajib melepas pemainnya.
Kondisi tersebut membuat pelatih John Herdman kemungkinan besar akan mengandalkan pemain-pemain yang berkompetisi di BRI Super League atau liga-liga kawasan Asia Tenggara.
