Timnas Indonesia tidak mengalami perubahan posisi dalam pembaruan terbaru ranking FIFA. Skuad Garuda masih bertahan di peringkat ke-122 dunia.
Kondisi ini sebenarnya sudah diperkirakan sebelumnya. Indonesia tidak menjalani pertandingan internasional pada FIFA Matchday November, sehingga tidak ada tambahan maupun pengurangan poin.
Ketidakhadiran Timnas Indonesia di agenda tersebut tak lepas dari situasi internal. Setelah ditinggal Patrick Kluivert, skuad Garuda belum memiliki pelatih kepala. PSSI pun memilih fokus mempersiapkan Timnas U-22 yang akan berlaga di SEA Games 2025, alih-alih memaksakan laga uji coba demi mengejar poin FIFA, seperti yang dilakukan beberapa negara lain.
Saat ini Indonesia mengoleksi 1.144,73 poin. Jumlah tersebut tidak berbeda jauh dibandingkan periode sebelumnya, di mana Indonesia sempat berada di peringkat ke-123.
Di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong sejak 2020, Timnas Indonesia sebenarnya menunjukkan perkembangan signifikan. Bahkan, Garuda pernah menembus peringkat ke-118 dunia, sebuah pencapaian yang cukup membanggakan.
Berbeda dengan Indonesia, Malaysia justru mengalami penurunan tajam dalam ranking FIFA terbaru. Harimau Malaya turun dari peringkat ke-116 ke posisi ke-121.
Penurunan tersebut dipicu oleh sanksi FIFA akibat penggunaan tujuh pemain ilegal. Akibat pelanggaran itu, Malaysia dinyatakan kalah dalam tiga pertandingan internasional terakhir yang sebelumnya mereka jalani, termasuk laga melawan Cape Verde dan Singapura.
Setelah upaya banding ditolak, FIFA secara resmi mengurangi poin Malaysia. Mereka menjadi tim dengan penurunan terbesar pada periode ini, kehilangan 22,52 poin dan kini mengantongi total 1.145,89 poin.
Pembaruan ranking FIFA berikutnya akan dilakukan tahun depan. Semua tim dipastikan akan bersaing ketat demi mendongkrak posisi.
Bagi Indonesia, momen ini bisa menjadi titik kebangkitan, terlebih setelah pelatih baru nantinya ditunjuk. Sejumlah agenda internasional telah menanti, seperti FIFA Series 2026 dan AFC Nations League.
Target utama PSSI tetap jelas, yakni membawa Timnas Indonesia menembus 100 besar dunia. Apalagi, pada 2027 Garuda akan tampil di Piala Asia, dengan harapan mampu kembali mencetak prestasi.
Situasi ini membuat pelatih baru Timnas Indonesia memiliki tantangan besar untuk mengembalikan tren positif yang sempat dibangun di era Shin Tae-yong.
