Transfer Hamza Abdelkarim ke Barcelona Masih Mandek, Ini Biang Keroknya

Barcelona terus berburu pemain muda potensial untuk menopang proyek jangka panjang klub. Salah satu nama yang mencuat adalah Hamza Abdelkarim, penyerang muda asal Mesir milik Al Ahly yang baru berusia 18 tahun.

Sempat beredar kabar bahwa kepindahan Abdelkarim ke Camp Nou tinggal menunggu pengumuman resmi, bahkan tes medis disebut sudah masuk agenda. Namun hingga kini, transfer tersebut belum juga terwujud.

Tanda tanya semakin besar setelah Abdelkarim justru tampil membela Al Ahly di ajang Piala Mesir. Dari situ, detail masalah di balik negosiasi mulai terungkap ke publik.

Skema Transfer yang Sudah Disepakati

Pada awal tahun 2026, Barcelona dan Al Ahly dikabarkan telah mencapai kesepahaman awal. Blaugrana menawarkan skema peminjaman hingga akhir musim sebagai tahap adaptasi.

Rencananya, Abdelkarim akan ditempatkan di tim Barça Atlètic. Jika terealisasi, ia bakal mencatat sejarah sebagai pemain Mesir pertama yang bergabung dengan Barcelona.

Dalam proposal tersebut, Barcelona menyertakan sejumlah klausul. Al Ahly berpeluang mendapatkan bonus hingga €5 juta apabila Abdelkarim tampil minimal lima kali bersama tim B. Selain itu, terdapat opsi pembelian permanen senilai €1,5 juta pada bursa musim panas, plus 15 persen dari nilai penjualan di masa depan.

Perpanjangan Kontrak Jadi Batu Sandungan

Hambatan utama muncul dari persoalan kontrak. Al Ahly meminta Abdelkarim menandatangani kontrak baru sebelum dilepas ke Barcelona, meski hanya berstatus pinjaman.

Saat ini, kontrak sang pemain masih berlaku hingga 2027. Pihak Al Ahly khawatir Barcelona tidak mengaktifkan opsi beli dan mengembalikan Abdelkarim saat masa kontraknya sudah menipis.

Namun, permintaan tersebut ditolak oleh Abdelkarim dan ayahnya yang juga bertindak sebagai perwakilan sang pemain. Penolakan ini membuat proses negosiasi praktis terhenti.

Bagi Al Ahly, melepas pemain muda tanpa jaminan kontrak jangka panjang dinilai terlalu berisiko, terutama jika Barcelona memilih tidak melanjutkan transfer permanen.

Masa Depan Masih Menggantung

Barcelona sendiri melihat Abdelkarim sebagai aset teknis yang bisa dikembangkan melalui ekosistem La Masia. Skema transfer bertahap dipilih demi menekan risiko finansial dan memberi ruang evaluasi.

Meski insentif performa telah disiapkan, Barcelona belum mau melangkah lebih jauh tanpa kejelasan soal kontrak sang pemain di Al Ahly.

Untuk saat ini, masa depan Hamza Abdelkarim masih berada di persimpangan. Barcelona menunggu solusi yang menguntungkan kedua belah pihak, sementara Al Ahly tetap memegang kendali penuh atas nasib striker mudanya.

Mungkin Anda Menyukai