Timnas Futsal Indonesia masih menyimpan kenangan pahit usai takluk dari Vietnam dengan skor tipis 0-1 pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Kekalahan tersebut meninggalkan ganjalan tersendiri, meski pada akhirnya Indonesia tetap berhasil membawa pulang medali emas dari turnamen tersebut.
Kesempatan untuk membalas hasil itu kini terbuka lebar. Timnas Futsal Indonesia dijadwalkan kembali berhadapan dengan Vietnam pada babak perempat final Piala Asia Futsal 2026. Pertandingan krusial ini akan digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Bermain di kandang sendiri, skuad Merah Putih bertekad memaksimalkan dukungan puluhan ribu pendukung untuk menundukkan Vietnam. Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan momentum pembuktian sekaligus ajang balas dendam.
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menyatakan keyakinannya bahwa anak asuhnya mampu meraih hasil maksimal. Pelatih asal Spanyol itu terus memompa motivasi M. Iqbal dan rekan-rekan agar tampil habis-habisan demi membalikkan hasil pertemuan sebelumnya.
Kemenangan menjadi target mutlak karena memiliki arti besar bagi sejarah futsal nasional. Jika mampu menyingkirkan Vietnam, Indonesia akan mencatatkan pencapaian terbaik dengan melangkah ke semifinal Piala Asia Futsal untuk pertama kalinya. Sebelumnya, prestasi tertinggi Indonesia adalah mencapai babak delapan besar pada edisi 2022 di Kuwait.
“Ini bukan tentang saya, tapi tentang semua orang. Ini laga yang sangat penting,” ujar Hector Souto kepada awak media.
Menurut Souto, kekuatan Indonesia dan Vietnam saat ini relatif berimbang. Ia mengingatkan bahwa dalam pertemuan di SEA Games 2025, Vietnam memang menang, namun gagal merebut emas. Sebaliknya, pada Piala AFF Futsal 2024, Indonesia sukses mengalahkan Vietnam 2-0 dan keluar sebagai juara.
“Di SEA Games mereka menang, tapi kami yang meraih emas. Di Piala AFF, kami menang dan mereka gagal juara. Sekarang skornya imbang, kita lihat hasil berikutnya,” ucap Souto.
Meski optimistis, Souto tidak menutup mata terhadap kekuatan Vietnam. Ia menilai lawan sebagai salah satu tim paling solid di Asia Tenggara, apalagi setelah melihat penampilan Vietnam yang hanya kalah tipis 0-1 dari Thailand pada laga terakhir Grup B Piala Asia Futsal 2026.
“Vietnam tim yang sangat sulit dihadapi. Saat melawan Thailand, pertandingan berjalan seimbang dan mereka punya peluang menang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Souto menilai persaingan futsal di Asia Tenggara kini semakin ketat. Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Malaysia disebut memiliki kualitas yang nyaris setara dan saling mengancam di level tertinggi.
Meski demikian, kepercayaan diri tetap menjadi pegangan utama tim Garuda Futsal. Souto menilai Indonesia memiliki pemain-pemain dengan kualitas individu mumpuni, khususnya dalam duel satu lawan satu.
“Mereka bermain cepat dan intens saat menyerang, tapi kami juga punya pemain yang kuat dalam duel individu,” tutup Hector Souto.
