Tim Nasional Indonesia resmi memiliki pelatih baru. John Herdman diumumkan sebagai nahkoda anyar Skuad Garuda pada 3 Januari 2026, mengisi posisi yang sempat lowong sejak Oktober 2025.
Tantangan besar pun menanti pelatih berusia 50 tahun tersebut. Dengan rekam jejaknya bersama Timnas Kanada, publik berharap kesuksesan yang pernah ia ukir dapat menular ke Timnas Indonesia.
Pengumuman penunjukan John Herdman langsung menyita perhatian luas, tak hanya di dalam negeri tetapi juga di kawasan Asia Tenggara. Sejumlah media regional turut menyoroti langkah PSSI tersebut sebagai keputusan strategis.
Salah satu media asing, Football Tribe Asia, menilai Herdman memiliki profil yang tepat untuk membantu perkembangan Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi.
“Filosofi permainan yang disiplin, intensitas tinggi, dan pendekatan vertikalnya secara luas diakui telah mengubah Kanada menjadi kekuatan kompetitif di panggung global—sebuah pencapaian yang diharapkan dapat ditiru Indonesia dalam upayanya meningkatkan level di sepak bola Asia,” tulis Football Tribe Asia.
Rekam Jejak John Herdman
John Herdman lahir pada 19 Juli 1975 di Consett, County Durham, Inggris. Ia memulai perjalanan kepelatihannya sejak masih berstatus mahasiswa dan dosen paruh waktu di Universitas Northumbria, sambil melatih pemain muda di akademi Sunderland.
Karier internasionalnya dimulai pada 2001 ketika ia pindah ke Selandia Baru. Di sana, Herdman sukses membawa tim nasional wanita Selandia Baru lolos ke Piala Dunia Wanita 2007 dan 2011, serta tampil di Olimpiade Beijing 2008.
Prestasi tersebut membuka jalan baginya ke Kanada. Herdman memimpin Timnas Wanita Kanada pada periode 2011–2018, meraih medali perunggu Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016, serta medali emas Pan American Games 2011.
Langkah mengejutkan terjadi saat ia dipercaya menangani Timnas Putra Kanada. Di bawah kepemimpinannya, Kanada kembali tampil di Piala Dunia 2022 Qatar, mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali berlaga pada edisi 1986 di Meksiko.
“Di bawah kepemimpinannya, peringkat FIFA Kanada melonjak drastis dari luar 90 besar ke jajaran 30 besar dunia. Ia juga dikenal berhasil membangun budaya persaudaraan yang kuat di dalam skuad,” lanjut ulasan Football Tribe Asia.
Akankah Menular ke Timnas Indonesia?
Babak baru kini menanti John Herdman setelah ia dikontrak dengan durasi 2+2 tahun. Pengalamannya membawa Kanada berkembang pesat hingga tampil kompetitif di Piala Dunia menjadi modal utama dalam proyek bersama Timnas Indonesia.
Tahun 2026 akan menjadi periode krusial bagi Skuad Garuda. Herdman dijadwalkan memimpin tim dalam berbagai agenda penting, mulai dari FIFA Series pada Maret, Piala AFF pada Juli–Agustus, hingga rangkaian FIFA Matchday pada September, Oktober, dan November 2026.
Selain itu, Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli juga menjadi salah satu target besar.
“Herdman membawa pengalaman lintas benua yang langka, rekam jejak yang terbukti dalam kualifikasi Piala Dunia, serta pola pikir pengembangan yang jelas. Semua kualitas itu diharapkan dapat membawa peningkatan signifikan bagi Timnas Indonesia,” tutup Football Tribe Asia.
