Teka-teki masa depan kiper andalan Timnas Indonesia, Maarten Paes, akhirnya terjawab. Penjaga gawang berusia 27 tahun itu dipastikan meninggalkan FC Dallas untuk bergabung dengan raksasa Belanda, Ajax Amsterdam.
Kabar ini bukan sekadar rumor. Pakar transfer dunia, Fabrizio Romano, telah memberi konfirmasi dengan stempel khas “Here We Go”, menandai kepastian transfer Paes ke Johan Cruyff Arena.
Namun, keputusan Ajax merekrut Paes pada bursa transfer musim dingin sempat menimbulkan tanda tanya. Media ternama Belanda, Algemeen Dagblad (AD), akhirnya membongkar alasan di balik langkah cepat Ajax tersebut. Ternyata, klub ibu kota Belanda itu tengah dilanda krisis di posisi penjaga gawang.
Krisis Kiper di Johan Cruyff Arena
Ajax disebut sedang menyusun rencana darurat untuk musim depan. Mereka terancam kehilangan dua penjaga gawang sekaligus akibat situasi kontrak yang tidak ideal.
“Ajax serius mempertimbangkan kebutuhan untuk mendatangkan dua kiper untuk musim depan,” tulis Algemeen Dagblad.
Media tersebut menjelaskan bahwa kiper utama Ajax saat ini, Vitezslav Jaros, hanya berstatus pinjaman dari Liverpool. Sementara itu, kiper pelapis Remko Pasveer yang telah berusia 42 tahun mendekati akhir karier profesionalnya.
Kondisi ini memaksa Ajax bergerak cepat di bursa transfer, dan Maarten Paes dinilai sebagai solusi paling rasional dan strategis.
Mahar Transfer dan Kontrak Jangka Panjang
Ajax tak main-main dalam merekrut Paes. Klub berjuluk De Godenzonen itu menawarkan kontrak jangka panjang sebagai bentuk kepercayaan penuh.
“Ajax menyepakati perekrutan Maarten Paes dari FC Dallas di MLS dengan status transfer permanen,” tulis Fabrizio Romano.
Romano juga mengungkapkan durasi kontrak sang kiper.
“Kontrak hingga Juni 2029. Tes medis menjadi langkah berikutnya,” tambahnya.
Soal nilai transfer, Algemeen Dagblad menyebut Ajax harus merogoh kocek lebih dari satu juta euro atau sekitar Rp17 miliar untuk mengamankan jasa Paes.
Faktor Jordi Cruyff di Balik Transfer
Transfer ini juga tak lepas dari peran sosok penting di internal Ajax, yakni Jordi Cruyff. Direktur Teknis Ajax tersebut disebut memiliki kedekatan dan pemahaman mendalam soal kualitas Paes.
“Di Timnas Indonesia, direktur teknis baru Ajax, Jordi Cruyff, bertugas sebagai penasihat tahun lalu,” tulis Algemeen Dagblad.
Koneksi ini diyakini mempermudah proses transfer sekaligus menjadi faktor kepercayaan Ajax terhadap Paes, yang sempat kehilangan tempat utama di FC Dallas akibat cedera hamstring.
Momentum Jeda Kompetisi MLS
Waktu transfer Paes juga dinilai ideal. Major League Soccer (MLS) tengah memasuki jeda musim dingin, sehingga proses administrasi dan kepindahan pemain berjalan lebih lancar.
“Paes bisa direkrut sekarang karena MLS sedang berada dalam jeda musim dingin,” tulis media Belanda tersebut.
Kini, Maarten Paes tinggal selangkah lagi resmi mengenakan seragam kebesaran Ajax Amsterdam. Publik sepak bola Indonesia pun menanti kiprah sang penjaga gawang di panggung elite Eropa, membawa nama Garuda ke level tertinggi kompetisi.
