Pelatih John Herdman memanggil 24 pemain, dengan sembilan di antaranya berposisi sebagai bek. Komposisi ini membuat lini pertahanan Indonesia terlihat sangat solid, bahkan “bernuansa Eropa”.
Bek Eropa Jadi Fondasi Utama
Nama Jay Idzes dan Kevin Diks menjadi sorotan. Idzes bermain di Sassuolo (Serie A), sementara Diks tampil konsisten bersama Borussia Mönchengladbach di Bundesliga.
Selain itu, Elkan Baggott yang memperkuat Ipswich Town juga kembali dipanggil, menambah kekuatan lini belakang.
Kedalaman Skuad Jadi Kekuatan
Tak hanya pemain utama, kedalaman skuad juga jadi nilai plus. Nama-nama seperti Justin Hubner, Dean James, dan Nathan Tjoe-A-On berkarier di Belanda bersama klub seperti Fortuna Sittard, Go Ahead Eagles, dan Willem II.
Di kompetisi domestik, ada Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas, serta Sandy Walsh yang turut melengkapi kekuatan tim.
Kombinasi Ideal untuk Garuda
Perpaduan pemain Eropa dan lokal membuat lini belakang Indonesia semakin fleksibel. Tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara taktik dan pengalaman.
Dengan komposisi ini, Timnas Indonesia kini memiliki fondasi pertahanan yang kokoh untuk bersaing di level internasional dan memanfaatkan momentum di FIFA Series 2026.
