Tembok Eropa Timnas Indonesia: Lini Belakang Garuda Bertabur Pengalaman Internasional

Timnas Indonesia bersiap tampil di ajang FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sebagai tuan rumah, Garuda akan menghadapi Timnas Bulgaria, Timnas Saint Kitts and Nevis, dan Timnas Kepulauan Solomon.

Pelatih John Herdman memanggil 24 pemain, dengan sembilan di antaranya berposisi sebagai bek. Komposisi ini membuat lini pertahanan Indonesia terlihat sangat solid, bahkan “bernuansa Eropa”.


Bek Eropa Jadi Fondasi Utama

Nama Jay Idzes dan Kevin Diks menjadi sorotan. Idzes bermain di Sassuolo (Serie A), sementara Diks tampil konsisten bersama Borussia Mönchengladbach di Bundesliga.

Selain itu, Elkan Baggott yang memperkuat Ipswich Town juga kembali dipanggil, menambah kekuatan lini belakang.


Kedalaman Skuad Jadi Kekuatan

Tak hanya pemain utama, kedalaman skuad juga jadi nilai plus. Nama-nama seperti Justin Hubner, Dean James, dan Nathan Tjoe-A-On berkarier di Belanda bersama klub seperti Fortuna Sittard, Go Ahead Eagles, dan Willem II.

Di kompetisi domestik, ada Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas, serta Sandy Walsh yang turut melengkapi kekuatan tim.


Kombinasi Ideal untuk Garuda

Perpaduan pemain Eropa dan lokal membuat lini belakang Indonesia semakin fleksibel. Tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara taktik dan pengalaman.

Dengan komposisi ini, Timnas Indonesia kini memiliki fondasi pertahanan yang kokoh untuk bersaing di level internasional dan memanfaatkan momentum di FIFA Series 2026.

Mungkin Anda Menyukai