Niclas Fuellkrug akhirnya angkat bicara mengenai keputusan berani yang diambilnya saat memperkuat AC Milan, yakni memilih mengenakan nomor punggung 9. Nomor tersebut dikenal sebagai angka “kutukan” bagi para striker di San Siro, karena banyak pemain yang kesulitan memenuhi ekspektasi tinggi yang melekat padanya. Meski menyadari reputasi nomor ini, Fuellkrug justru menilai hal itu sebagai motivasi untuk membuktikan kemampuan dan tanggung jawabnya di lapangan.
Penyerang asal Jerman yang dipinjam dari West Ham United ini menjelaskan bahwa keputusan mengenakan nomor 9 bukan sekadar formalitas. Menurut Fuellkrug, angka ini mewakili sejarah dan tradisi Rossoneri, serta menjadi simbol ekspektasi tinggi dari klub dan penggemar. “Saya tahu nomor ini memiliki sejarah panjang di Milan. Banyak striker hebat sebelumnya yang mengenakannya, dan saya ingin menghormati warisan itu sambil menunjukkan bahwa saya mampu memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Fuellkrug menambahkan bahwa tekanan yang datang bersamaan dengan nomor 9 justru menjadi pendorong untuk tampil maksimal. Ia ingin membalikkan stigma negatif yang melekat pada angka tersebut dan membuktikan bahwa performa dan kerja keras bisa mengubah persepsi publik. Penyerang muda ini juga mengakui bahwa dukungan rekan setim dan staf pelatih sangat membantu proses adaptasinya di tim baru.
Selain itu, Fuellkrug mengaku antusias menghadapi tantangan besar Liga Italia dan kompetisi lainnya bersama AC Milan. Ia percaya pengalaman, kualitas, dan mentalitasnya akan membuatnya mampu bersaing di level tinggi, sekaligus menjaga kehormatan nomor legendaris yang pernah dipakai para ikon klub. Para penggemar Rossoneri pun kini menaruh harapan besar pada penampilannya, berharap Fuellkrug mampu menjadi striker andalan yang membawa Milan meraih kesuksesan di pentas domestik maupun Eropa.
Dengan tekad kuat dan kesadaran penuh akan sejarah nomor punggungnya, Fuellkrug siap menulis babak baru di AC Milan. Nomor 9 bukan sekadar angka bagi sang pemain; ia merupakan simbol tanggung jawab, ambisi, dan kesempatan untuk menorehkan nama dalam sejarah panjang Rossoneri.
