Tanpa Patrick Dorgu, Carrick Punya 4 Opsi untuk Mengisi Sayap Kiri Manchester United

Jakarta – Michael Carrick langsung dihadapkan pada ujian berat di awal tugasnya sebagai pelatih interim Manchester United. Salah satu andalannya, Patrick Dorgu, harus menepi cukup lama akibat cedera hamstring.

Cedera tersebut dialami Dorgu usai laga tandang kontra Arsenal. Winger asal Denmark itu diperkirakan absen sekitar sepuluh pekan dan hampir pasti melewatkan delapan pertandingan Premier League. Ia baru berpeluang kembali merumput saat MU dijadwalkan menghadapi Leeds United pada 11 April mendatang.

Kehilangan Dorgu jelas menjadi kerugian besar bagi Carrick. Sejak pergantian pelatih, sang pemain tampil menonjol dan memberikan dampak instan bagi permainan tim.

Dorgu mencetak gol saat MU menundukkan Manchester City 2-0, lalu kembali mencatatkan namanya di papan skor ketika Setan Merah menang dramatis 3-2 atas Arsenal. Performa impresif itu muncul setelah ia dipindahkan dari posisi wing-back kiri ke peran winger kiri dalam skema 4-2-3-1.

Kini Carrick dituntut untuk beradaptasi. Dengan minimnya pilihan alami di sisi kiri serangan, ia harus menemukan solusi paling efektif agar performa tim tidak mengalami penurunan.

Berikut empat nama yang berpotensi mengisi posisi sayap kiri Manchester United selama absennya Patrick Dorgu.

1. Mason Mount

Mason Mount menjadi kandidat paling masuk akal untuk mengisi kekosongan tersebut. Carrick tak bisa mengandalkan Jadon Sancho dan Marcus Rashford yang saat ini sedang menjalani masa peminjaman ke Aston Villa dan Barcelona.

Mount memiliki pengalaman bermain melebar di sisi kiri, meski peran utamanya adalah gelandang serang. Ia nyaman bergerak ke area tengah dan memaksimalkan kaki kanannya untuk menciptakan peluang.

Walau absen saat laga melawan Arsenal, Mount dikenal sebagai pemain dengan etos kerja tinggi dan disiplin taktik yang baik. Catatan statistiknya memang belum mencolok—tujuh gol dan dua assist dari 66 penampilan—namun kontribusinya sering tidak tercermin di angka.

Jika Mount dipercaya sejak menit awal, Carrick kemungkinan akan mendorong Luke Shaw untuk lebih agresif membantu serangan. Mount lebih efektif saat beroperasi di half-space dan membuka ruang bagi overlap bek kiri.

2. Matheus Cunha

Alternatif lain adalah mengubah struktur lini depan. Matheus Cunha tampil cukup menjanjikan sebagai pemain pengganti dalam dua laga awal era Carrick.

Penyerang asal Brasil itu mencetak gol penentu kemenangan saat MU bertandang ke markas Arsenal. Ia menunjukkan kualitas melalui pergerakan tanpa bola yang cerdas serta kemampuan menuntaskan peluang dari jarak jauh.

Meski paling ideal dimainkan di area sentral, Cunha cukup fleksibel. Ia bisa memulai dari sisi kiri sebelum menusuk ke dalam, memberi variasi serangan yang berbeda dibandingkan Dorgu.

3. Alejandro Garnacho

Garnacho juga bisa menjadi solusi cepat tanpa banyak perubahan sistem. Pemain muda Argentina tersebut merupakan winger alami yang terbiasa bermain di sisi kiri.

Keunggulan Garnacho terletak pada kecepatan, keberanian duel satu lawan satu, serta agresivitas saat menyerang ruang. Ia mampu memberikan ancaman langsung ke pertahanan lawan, terutama saat menghadapi tim dengan garis pertahanan tinggi.

Namun, Carrick mungkin perlu mengatur ulang keseimbangan tim jika Garnacho dimainkan sejak awal, mengingat kontribusinya dalam fase bertahan belum selalu konsisten.

4. Bruno Fernandes (Opsional Taktis)

Pilihan terakhir bersifat lebih taktis. Carrick bisa menggeser Bruno Fernandes ke sisi kiri, seperti yang pernah dilakukan dalam situasi tertentu.

Dengan Bruno melebar, MU akan mendapatkan kreativitas ekstra dari sisi tersebut. Ia bisa berperan sebagai playmaker yang bergerak ke dalam, sementara area tengah diisi oleh gelandang lain yang lebih defensif.

Skema ini tentu menuntut koordinasi tinggi, tetapi bisa menjadi opsi menarik saat Carrick ingin tetap mendominasi penguasaan bola dan tempo permainan.

Mungkin Anda Menyukai