Taktik Arbeloa Hadirkan Solusi atas Masalah Lama di Lini Tengah Real Madrid

Real Madrid asuhan Álvaro Arbeloa meraih kemenangan 2-0 atas Levante dalam lanjutan La Liga di Santiago Bernabéu. Hasil ini menjadi kemenangan perdana Arbeloa sebagai pelatih kepala, hadir dalam atmosfer stadion yang jauh dari ideal.

Dukungan publik tuan rumah tidak sepenuhnya mengalir akibat performa tim pada beberapa laga sebelumnya. Situasi tersebut membuat pertandingan terasa seperti laga tandang bagi para pemain.

Meski demikian, Real Madrid tetap mengamankan tiga poin penting dalam persaingan papan atas. Kemenangan ini terasa signifikan karena lahir dari penyesuaian taktik yang mampu menjawab persoalan lama di lini tengah, khususnya soal kreativitas.

Babak Pertama yang Tersendat

Pada babak pertama, Real Madrid kesulitan menemukan ritme permainan meski unggul dalam penguasaan bola. Aliran serangan kerap terputus akibat jarak antarlini yang terlalu renggang, sementara peluang bersih sulit diciptakan.

Kontrol permainan di sektor tengah tidak berjalan sesuai rencana. Kondisi tersebut membuat Levante mampu bertahan dengan relatif nyaman sambil menunggu celah lewat skema transisi.

Kebuntuan bertahan hingga jeda tanpa gol, kembali menegaskan masalah kreativitas yang telah membayangi Real Madrid dalam beberapa bulan terakhir.

Intervensi Arbeloa yang Menentukan

Perubahan signifikan datang pada babak kedua melalui keputusan taktis Álvaro Arbeloa. Masuknya Arda Güler langsung memberi struktur yang lebih jelas dalam fase membangun serangan.

Güler berperan sebagai pengatur tempo sekaligus penghubung antarlini. Pengaruhnya terasa nyata karena ia terlibat langsung dalam proses terciptanya dua gol Real Madrid.

Gol pembuka lahir pada menit ke-58 melalui eksekusi penalti Kylian Mbappé. Keunggulan tersebut meningkatkan kepercayaan diri tim dan membuat permainan lebih mengalir.

Tujuh menit berselang, Raúl Asencio menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Gol tersebut tercipta dari situasi permainan terbuka yang jauh lebih rapi dibandingkan babak pertama.

Perubahan penting lainnya adalah masuknya Dani Ceballos serta pergeseran Aurélien Tchouaméni ke posisi bek tengah. Langkah ini membuat distribusi bola dari lini belakang lebih tenang sekaligus meningkatkan stabilitas bertahan.

Dengan Ceballos mengisi ruang di depan pertahanan, area berbahaya di sekitar Thibaut Courtois menjadi lebih terlindungi. Ancaman serangan balik Levante pun berkurang drastis.

Pendekatan ini menunjukkan keberanian Arbeloa dalam membaca kebutuhan tim secara langsung. Sentuhan taktik tersebut memberi jawaban konkret atas krisis kreativitas yang selama ini membebani Real Madrid.

Kemenangan 2-0 ini tidak hanya bernilai penting di klasemen, tetapi juga memberi gambaran arah baru yang lebih terstruktur di bawah kendali Arbeloa.

Mungkin Anda Menyukai