Takdir Mempertemukan Real Madrid vs Benfica: Mourinho Kembali ke Bernabeu

Liga Champions 2025/2026 kembali menghadirkan duel sarat sejarah. Real Madrid dan Benfica dipastikan saling berhadapan pada babak play-off menuju 16 Besar, dalam laga yang diprediksi penuh emosi dan tensi tinggi.

Pertemuan ini bukan sekadar adu kekuatan dua raksasa Eropa. Duel tersebut juga menjadi ulangan bentrokan panas di fase liga (League Phase) yang menyajikan drama hingga menit-menit akhir.

Sorotan khusus tertuju ke kubu Benfica. Jose Mourinho akan kembali menginjakkan kaki di Santiago Bernabeu, stadion yang memiliki arti penting dalam perjalanan karier kepelatihannya.

Dengan format dua leg kandang dan tandang, laga Real Madrid kontra Benfica diyakini akan menyuguhkan intensitas yang lebih tinggi dibanding pertemuan sebelumnya.

Kilas Balik Drama Gila di League Phase

Pertemuan terakhir kedua tim di League Phase menjadi salah satu laga paling dramatis musim ini. Bermain di Estadio da Luz, Real Madrid dan Benfica tampil terbuka sejak menit awal.

Benfica keluar sebagai pemenang dalam duel penuh emosi tersebut. Titik balik terjadi pada menit ke-58 ketika Kylian Mbappe mencetak gol yang mengubah skor menjadi 3-2 untuk keunggulan tuan rumah.

Drama terus berlanjut di penghujung laga. Real Madrid harus bermain dengan sembilan pemain setelah Raul Asencio menerima kartu merah pada menit 90+2, disusul Rodrygo pada menit 90+6.

Puncak kekacauan terjadi pada menit 90+8. Kiper Benfica, Anatoli Trubin, mencetak gol sensasional yang memastikan kemenangan 4-2, sekaligus mencatatkan salah satu momen paling ikonik di League Phase musim ini.

Mourinho, Bernabeu, dan Tantangan Dua Leg

Benfica melaju ke babak play-off dengan finis di peringkat ke-24 klasemen, unggul selisih gol dari Marseille. Posisi tersebut membuat mereka harus bersiap menghadapi lawan berat hasil undian.

Dalam drawing play-off menuju 16 Besar, Benfica berpeluang bertemu Real Madrid atau Inter Milan—dua klub yang memiliki ikatan emosional dengan Jose Mourinho, yang pernah melatih keduanya.

“Saya suka pergi ke Madrid dan saya suka pergi ke Milan. Bertemu teman selalu menyenangkan,” ujar Mourinho jelang undian.

Takdir akhirnya membawa Mourinho kembali ke Bernabeu. Kali ini, tantangannya jauh berbeda karena laga dimainkan dalam format dua leg. Sang pelatih pun bersikap realistis dalam menatap duel tersebut.

“Real Madrid dan Inter termasuk kandidat utama. Kami bukan, tetapi kami bersaing. Kami kalah dari Chelsea, tetapi kami tetap bersaing,” tutur Mourinho.


Mungkin Anda Menyukai