Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memaparkan pertimbangan PSSI dalam menunjuk Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17.
Penunjukan ini dilakukan setelah Nova Arianto dipromosikan untuk menangani Timnas Indonesia U-20.
Nova masih mendampingi Timnas U-17 dalam dua laga uji coba melawan China pada 8 dan 11 Februari 2026. Setelah agenda tersebut rampung, posisi pelatih kepala akan sepenuhnya dipegang Kurniawan.
Sumardji menegaskan bahwa Kurniawan tidak akan bekerja sendiri. Ia akan didampingi Dwi Prio Utomo, yang sudah menjadi bagian dari staf kepelatihan Timnas U-17 sejak Februari 2024.
“Jadi Kurniawan itu dibantu sama Coach Dwi Priyo. Itu yang akan membawa Timnas Indonesia U-17,” ujar Sumardji kepada wartawan.
Lebih Dulu Jadi Asisten di Laga Uji Coba
Dalam rangkaian uji coba kontra China, Kurniawan sebenarnya sudah lebih dulu bergabung dalam jajaran staf pelatih. Ia membantu Nova sebelum nantinya mengambil alih kendali penuh tim.
“Untuk uji coba ini, Coach Nova sifatnya hanya sementara, khusus untuk pertandingan tersebut. Setelah itu akan dipegang Coach Kurniawan,” jelas Sumardji.
Menurut Sumardji, keputusan menunjuk Kurniawan didasarkan pada rekam jejak serta pengalaman yang dimilikinya, baik di level internasional maupun klub.
“Kami mempertimbangkan pengalaman, baik pengalaman internasional maupun di klub. Coach Kurniawan juga sudah terbiasa bekerja bersama kami,” tegasnya.
Rekam Jejak Kurniawan
Dalam karier kepelatihannya, Kurniawan pernah menangani Sabah FC di Malaysia. Ia juga sempat menjadi asisten pelatih di Como 1907 serta terlibat dalam tim kepelatihan Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia.
Pengalamannya mencakup sejumlah ajang internasional seperti Piala AFF, SEA Games, hingga Asian Games.
“Di beberapa event seperti Piala AFF, SEA Games, hingga Asian Games, Coach Kurniawan sudah terlibat. Karena itu kami menilai beliau cukup mampu membawa Timnas Indonesia U-17,” pungkas Sumardji.
