Perjalanan Declan Rice di level elite Eropa terus menanjak dalam dua musim terakhir. Sejak bergabung dengan Arsenal, namanya hampir selalu menjadi pusat permainan dalam skema racikan Mikel Arteta.
Gelandang tim nasional Inggris itu datang ke Emirates Stadium pada musim panas 2023 dengan banderol mahal serta ekspektasi besar. Rice menjawab tantangan tersebut lewat performa konsisten yang langsung mengubah dinamika lini tengah The Gunners.
Perannya tidak terbatas sebagai pemutus serangan lawan. Rice juga menjadi motor yang mendorong Arsenal bermain lebih agresif dan terorganisir. Kontribusinya melalui situasi bola mati kian terasa dalam upaya klub bersaing di papan atas Premier League.
Namun, di balik pujian yang terus mengalir, muncul satu pertanyaan mendasar: apakah Declan Rice sudah layak disejajarkan dengan dua ikon Liga Inggris, Steven Gerrard dan Frank Lampard?
Pujian Tinggi Danny Murphy untuk Declan Rice
Danny Murphy menilai Declan Rice telah mencapai level yang jarang dimiliki gelandang modern. Menurut mantan gelandang Liverpool tersebut, pemain Arsenal itu kini menjadi tolok ukur bagi gelandang lain di Eropa.
Murphy melihat Rice sebagai sosok nyaris tanpa celah. Kemampuan bertahannya solid, visi bermainnya matang, serta didukung fisik yang ideal untuk permainan berintensitas tinggi.
Pengaruh Rice di lapangan membuat Arsenal tampil lebih seimbang dan dominan. Ia tak hanya mematahkan serangan lawan, tetapi juga mampu menginisiasi transisi dengan efektif.
“Ya, Declan Rice adalah gelandang paling komplet di Eropa saat ini,” ujar Murphy, dikutip dari Goal. “Saya pikir ia memiliki kemampuan serbaguna yang luar biasa dan mampu melakukan hampir semua aspek permainan.”
Satu PR Besar Agar Setara Gerrard dan Lampard
Meski demikian, Murphy menegaskan masih ada satu tolok ukur penting yang belum sepenuhnya dipenuhi Rice. Ia belum konsisten menghadirkan momen penentu di laga-laga terbesar, sesuatu yang menjadi ciri khas Steven Gerrard dan Frank Lampard.
Kedua legenda tersebut dikenal bukan hanya karena konsistensi, tetapi juga karena kemampuan menciptakan momen ikonik di pertandingan krusial—mulai dari final domestik hingga laga-laga hidup-mati di kompetisi Eropa.
Murphy menilai Rice kini berada di fase penentuan dalam kariernya. Untuk naik ke level legenda, ia harus lebih sering menjadi pembeda di panggung tertinggi.
“Agar Declan Rice bisa disebut setara dengan Gerrard atau Lampard, ia harus memenangkan pertandingan-pertandingan besar dan menciptakan lebih banyak momen ajaib, seperti yang ia lakukan melawan Real Madrid,” jelas Murphy.
“Ketika Anda memikirkan Liverpool dan Chelsea, serta Gerrard dan Lampard selama bertahun-tahun, selalu ada momen spesifik yang teringat—gol-gol besar, laga besar. Lampard melawan Barcelona. Gerrard di final-final piala domestik dan Eropa. Pemain terbaik selalu menghasilkan momen-momen ajaib untuk membawa tim meraih kemenangan,” tutupnya.
