Final Piala Super Spanyol antara Barcelona dan Real Madrid menyajikan laga sarat drama. Blaugrana keluar sebagai juara setelah menumbangkan rival abadinya dengan skor tipis 3-2.
Pertandingan puncak yang digelar di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim saling menekan dan menyuguhkan jual beli serangan yang berujung pada lima gol sepanjang laga.
Kemenangan Barcelona terasa semakin istimewa karena diraih dalam kondisi tidak ideal. Mereka harus bermain dengan sepuluh pemain usai Frenkie de Jong diganjar kartu merah pada masa injury time babak kedua.
Meski demikian, performa gemilang Raphinha serta solidnya penjaga gawang Joan Garcia menjadi faktor penentu. Barcelona pun memastikan diri mengangkat trofi Supercopa de España 2026 di Arab Saudi.
Dominasi Awal Blaugrana
Barcelona langsung tampil menekan sejak peluit kick-off dibunyikan. Pasukan Hansi Flick mendominasi penguasaan bola hingga menyentuh angka 80 persen pada fase awal pertandingan.
Tekanan beruntun diarahkan ke lini pertahanan Real Madrid. Jules Kounde beberapa kali mengirimkan umpan berbahaya yang mengancam kotak penalti Los Blancos.
Real Madrid tampak kesulitan keluar dari tekanan akibat skema high pressing Barcelona. Tim asuhan Carlo Ancelotti lebih banyak bertahan sambil menunggu peluang lewat serangan balik.
Peluang emas sempat hadir melalui aksi individu Vinicius Junior. Namun, upayanya masih mampu dimentahkan oleh kiper Barcelona.
Raphinha Buka Keunggulan
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-36. Raphinha sukses menebus kegagalannya satu menit sebelumnya dengan sebuah gol penting.
Menyambut umpan silang akurat, pemain Brasil itu mengecoh Aurélien Tchouameni sebelum melepaskan tembakan keras ke tiang jauh. Bola melesat ke pojok kanan gawang tanpa mampu dijangkau Thibaut Courtois.
Keunggulan tersebut membuat Barcelona semakin agresif. Fermin Lopez dan Lamine Yamal silih berganti memberikan ancaman ke gawang Madrid.
Namun, Courtois tampil luar biasa dengan sejumlah penyelamatan krusial. Skor 1-0 untuk Barcelona bertahan hingga akhir waktu normal babak pertama.
Magis Vinicius dan Balasan Lewandowski
Memasuki masa injury time babak pertama, drama mulai tersaji. Vinicius Junior menyamakan kedudukan pada menit ke-45+2 lewat aksi individu spektakuler.
Ia melewati tiga pemain Barcelona sebelum menaklukkan kiper dari sudut sempit. Gol tersebut membangkitkan semangat kubu Real Madrid.
Akan tetapi, kegembiraan Los Blancos hanya bertahan singkat. Dua menit berselang, Barcelona kembali unggul melalui gol indah Robert Lewandowski.
Memanfaatkan umpan terobosan Pedri, striker asal Polandia itu dengan tenang mencungkil bola melewati Courtois. Si kulit bundar sempat membentur tiang sebelum bersarang ke dalam gawang.
