Kiprah kepelatihan Cesc Fàbregas kembali menjadi sorotan. Sosok yang dulu dikenal sebagai gelandang elegan di level tertinggi Eropa itu kini menunjukkan kapasitasnya sebagai arsitek tim yang visioner. Sentuhan taktis dan keberaniannya memberi ruang bagi pemain muda membuat Como menjelma menjadi salah satu tim paling menarik untuk diperbincangkan di kompetisi domestik Italia.
Sejak dipercaya menangani Como 1907, Fàbregas perlahan membangun identitas permainan yang jelas. Timnya tampil berani dalam penguasaan bola, disiplin dalam bertahan, dan efektif saat melakukan transisi. Hasilnya pun nyata: Como mampu bersaing di papan atas Serie A, sebuah pencapaian yang sebelumnya sulit dibayangkan.
Namun, kontribusi Fàbregas tak hanya terlihat dari posisi klub di klasemen. Ia juga sukses mengangkat performa sejumlah pemain muda hingga menjadi sorotan publik sepak bola Eropa. Dua nama yang paling menonjol adalah Nico Paz dan Assane Diao. Keduanya berkembang pesat di bawah arahan sang pelatih, menunjukkan kematangan permainan yang melampaui usia mereka. Kreativitas, keberanian duel, serta konsistensi performa membuat mereka kini disebut sebagai calon bintang masa depan.
Menariknya, proyek pembinaan Fàbregas juga menyentuh sektor penjaga gawang. Kiper utama Como musim ini tampil impresif dengan serangkaian penyelamatan krusial yang menjaga stabilitas tim. Distribusi bolanya rapi, refleksnya tajam, dan ketenangannya di bawah tekanan menjadi nilai tambah yang menonjol. Performa konsisten tersebut mulai memunculkan spekulasi bahwa ia berpeluang dilirik tim nasional untuk ajang Piala Dunia FIFA 2026.
Jika peluang itu benar-benar terwujud, maka hal tersebut akan menjadi bukti lain keberhasilan tangan dingin Fàbregas dalam mengembangkan potensi pemain. Ia tak hanya membangun tim yang kompetitif, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendorong pertumbuhan individu secara maksimal.
Transformasi Como musim ini memperlihatkan bagaimana visi jangka panjang dan keberanian memberi kepercayaan kepada talenta muda dapat menghasilkan dampak signifikan. Di usia kepelatihannya yang masih relatif muda, Fàbregas tampak menikmati peran barunya di pinggir lapangan. Bila tren positif ini terus berlanjut, bukan tak mungkin lebih banyak lagi pemain Como yang akan menembus panggung internasional dalam waktu dekat.
