Ousmane Camara dan Reno Salampessy baru-baru ini membuka cerita seputar pengalaman mereka mengikuti seleksi Timnas U-20 Indonesia. Kedua pemain ini menyoroti betapa ketat dan menantangnya proses seleksi yang digelar di bawah arahan pelatih Nova Arianto.
Menurut Camara, setiap sesi latihan dan uji kemampuan bukan hanya menuntut fisik, tetapi juga mental dan konsistensi. “Tidak cukup hanya punya kemampuan teknis, tetapi mental harus siap menghadapi tekanan,” ujar Camara. Hal ini sejalan dengan pengakuan Salampessy, yang menekankan bahwa seleksi tersebut menjadi ajang pembuktian diri bagi para pemain muda, terutama bagi mereka yang memiliki darah keturunan pemain profesional atau keluarga legenda sepak bola Indonesia.
Selain aspek fisik dan mental, keduanya menekankan pentingnya kesiapan dalam beradaptasi dengan strategi tim yang diterapkan oleh Nova Arianto. Menurut mereka, pelatih memberi perhatian khusus pada sikap disiplin, kerja sama tim, serta kemampuan membaca permainan lawan. Bagi para pemain muda, momen seleksi ini bukan sekadar ajang untuk masuk tim, tetapi juga pengalaman berharga yang dapat membentuk karakter dan kesiapan mereka menghadapi kompetisi internasional.
Pengalaman Camara dan Salampessy ini menunjukkan bahwa proses pembentukan Timnas U-20 Indonesia bukanlah hal mudah. Setiap pemain dituntut untuk menunjukkan performa terbaik, baik di lapangan maupun di luar lapangan, untuk membuktikan diri layak mengenakan jersey nasional.
