Kehadiran Viktor Gyokeres di lini depan Arsenal langsung mencuri perhatian sejak didatangkan dari Sporting Lisbon pada bursa transfer musim panas lalu. Striker asal Swedia tersebut direkrut dengan nilai transfer sekitar £55 juta dan diproyeksikan menjadi ujung tombak baru dalam proyek Mikel Arteta.
Secara fisik, Gyokeres terbukti mampu merepotkan para bek di Premier League. Kekuatan, kecepatan, dan agresivitasnya membuat ia sering menjadi pusat serangan The Gunners.
Namun perjalanan Gyokeres di musim pertamanya tidak selalu berjalan mulus. Ia beberapa kali tampil dominan, tetapi tak jarang juga terlihat kesulitan beradaptasi dengan tempo cepat sepak bola Inggris.
Situasi itu membuat legenda Arsenal, Anders Limpar, memberikan pandangan jujur tentang perkembangan sang striker. Menurutnya, Gyokeres masih memiliki satu aspek penting yang perlu diperbaiki jika ingin berkembang menjadi striker kelas dunia di Emirates Stadium.
Gyokeres Dinilai Perlu Memperbaiki Teknik Dasar
Sepanjang musim ini, Gyokeres memang menjadi salah satu tumpuan serangan Arsenal. Namun kontribusinya dinilai belum sepenuhnya stabil dalam skema permainan tim.
Dari total 39 penampilan di semua kompetisi musim ini, penyerang berusia 27 tahun tersebut mencetak 15 gol. Sepuluh di antaranya tercipta di Premier League. Meski cukup produktif, catatan itu masih tertinggal dari beberapa striker rival seperti Hugo Ekitike, Joao Pedro, Antoine Semenyo, Igor Thiago, hingga Erling Haaland.
Limpar menilai persoalan utama Gyokeres bukan terletak pada naluri mencetak golnya. Menurut mantan pemain Arsenal itu, aspek teknik dalam menguasai dan mengolah bola masih perlu ditingkatkan agar ia bisa lebih efektif dalam sistem permainan tim.
“Kita terlalu sering melihat bola memantul darinya. Ia perlu meningkatkan sisi teknis permainannya. Menurut saya, Gabriel Jesus bahkan tidak mendekati Viktor dalam hal kemampuan mencetak gol, tetapi di sisi lain Viktor bahkan tidak mendekati Jesus dalam hal tekniknya,” ujar Limpar kepada Fruityking, seperti dikutip Goal.
“Ia sangat halus. Ia menerima bola dengan baik. Ia melibatkan orang lain dalam permainan. Kita telah melihat itu dari Jesus ketika ia dalam kondisi fit. Ia bisa luar biasa dalam mengontrol bola,” lanjutnya.
Belajar dari Havertz dan Gabriel Jesus
Limpar kemudian secara khusus menyarankan Gyokeres untuk belajar dari Kai Havertz dan Gabriel Jesus. Menurutnya, kedua pemain tersebut memiliki kemampuan teknis yang lebih halus.
Ia menilai Havertz memiliki kemampuan sangat baik dalam menjaga bola serta membuat aliran permainan tetap hidup. Hal itu menjadi kualitas penting bagi striker modern dalam sistem permainan yang diterapkan Arteta.
“Viktor perlu memperhatikan Kai Havertz. Ketika bola diberikan kepadanya, ia hampir tidak pernah kehilangan bola. Itu adalah salah satu kualitas terbaik yang dimiliki Havertz,” jelas Limpar.
“Ia memang tidak secepat Viktor dan mungkin tidak memiliki insting mencetak gol seperti dirinya. Namun jika Viktor bisa meningkatkan sisi teknis permainannya—berlatih setiap hari untuk menerima dan mempertahankan bola serta lebih terlibat dalam permainan—ia bisa menjadi salah satu pemain hebat Arsenal,” pungkasnya. ⚽
