Persaingan papan atas BRI Super League 2025/26 memasuki fase penentuan. Persija Jakarta masih menjaga asa untuk mengejar Persib Bandung yang kokoh di puncak klasemen.
Hingga pekan ke-25, Persib memimpin dengan 58 poin dari 25 laga. Sementara itu, Persija berada di peringkat ketiga dengan 52 poin dari jumlah pertandingan yang sama. Selisih enam angka membuat peluang masih terbuka, namun satu syarat mutlak: Macan Kemayoran wajib tampil sempurna di sisa musim.
Rute Awal Penentuan
Perjalanan Persija dimulai dengan laga tandang ke markas Bhayangkara FC pada 5 April 2026. Ini bukan tugas mudah, mengingat tuan rumah tengah dalam tren positif dengan lima kemenangan beruntun.
Selanjutnya, Persija akan menjamu Persebaya Surabaya (11 April), lalu kembali menjalani laga tandang menghadapi PSBS Biak pada 18 April 2026.
April yang Padat dan Menentukan
Jadwal padat berlanjut saat Persija bertamu ke kandang PSIM Yogyakarta (22 April), sebelum menutup bulan dengan menjamu Persis Solo pada 27 April.
Setiap laga di bulan ini menjadi krusial. Satu kesalahan saja bisa membuat peluang juara semakin menjauh.
Mei: Ujian Terberat Macan Kemayoran
Memasuki Mei, tekanan semakin tinggi. Persija lebih dulu bertandang ke Persijap Jepara (4 Mei), sebelum menjalani laga paling menentukan melawan Persib pada 10 Mei 2026.
Duel ini bisa menjadi penentu arah gelar. Pada putaran pertama, Persija kalah 0-1. Kemenangan di laga ini bukan hanya penting untuk memangkas jarak poin, tetapi juga krusial dalam perhitungan head-to-head.
Setelah itu, Persija masih harus bertandang ke Persik Kediri (16 Mei), sebelum menutup musim dengan menjamu Semen Padang FC pada 23 Mei 2026.
Tak Cukup Menang, Harus Berharap
Selain wajib menyapu bersih kemenangan, Persija juga harus berharap Persib terpeleset. Pasalnya, sang rival juga masih harus menghadapi tim-tim kuat seperti Arema FC dan PSM Makassar.
Situasi ini membuat persaingan tetap terbuka hingga pekan terakhir.
Namun, ancaman tak hanya datang dari Persib. Borneo FC yang berada di posisi kedua juga wajib diwaspadai. Persija tertinggal dua poin dan kalah head-to-head, yang bisa menjadi faktor penentu di akhir musim.
