Jakarta – Real Madrid menjalani malam istimewa di pentas Eropa. Kylian Mbappe kembali menjadi sorotan setelah memborong dua gol dalam kemenangan besar 6-1 atas AS Monaco di Liga Champions.
Brace tersebut membuat penyerang asal Prancis itu kini mengoleksi 11 gol di Liga Champions musim ini. Lebih impresif lagi, jumlah itu dicapai hanya dalam enam penampilan, sebuah catatan yang langsung mengundang perbandingan dengan legenda klub, Cristiano Ronaldo.
Ronaldo sebelumnya mencetak 11 gol pada fase grup Liga Champions musim 2015/2016. Namun, kala itu format kompetisi masih berbeda, dengan sistem grup klasik yang mempertemukan tim melawan tiga lawan dalam enam pertandingan. Sementara di format terbaru, fase awal menggunakan sistem liga dengan total delapan laga melawan lawan yang lebih beragam.
Terlepas dari perbedaan format, mencetak 11 gol dalam enam pertandingan tetap menjadi pencapaian luar biasa dan menegaskan besarnya pengaruh Mbappe di kompetisi elite Eropa.
Jejak Sejarah yang Kembali Terasa
Musim 2015/2016 dikenang sebagai salah satu periode paling ikonik bagi Real Madrid. Saat itu, Ronaldo menutup Liga Champions dengan total 16 gol dari 12 laga, sekaligus membawa Los Blancos meraih trofi setelah menaklukkan Atletico Madrid di partai final.
Musim tersebut juga diwarnai pergantian pelatih di tengah jalan. Rafa Benítez harus angkat kaki pada Januari, sebelum Zinedine Zidane naik kelas dari tim Castilla. Keputusan itu kemudian menjadi awal dari era emas, dengan Zidane mempersembahkan tiga gelar Liga Champions beruntun.
Menariknya, situasi serupa kembali terjadi musim ini. Xabi Alonso mundur dari kursi pelatih pada Januari, dan Real Madrid kembali menunjuk figur dari Castilla, yakni Alvaro Arbeloa, untuk memimpin tim utama.
Target Besar Menanti Mbappe
Bagi Mbappe, tantangan berikutnya kini sudah jelas. Setelah menyamai catatan gol Ronaldo di fase awal kompetisi, fokusnya beralih ke rekor tertinggi dalam satu musim Liga Champions.
Rekor tersebut masih dipegang Cristiano Ronaldo, yang mencetak 17 gol pada musim 2012/2013. Angka itu menjadi standar tertinggi yang sulit ditembus siapa pun.
Untuk mencapainya, Mbappe tak hanya dituntut tampil brilian secara individu, tetapi juga membutuhkan konsistensi permainan Real Madrid sebagai tim, terutama saat memasuki fase gugur.
Jika performa gemilang melawan Monaco menjadi gambaran ke depan, bukan tidak mungkin Mbappe dan Real Madrid sedang menuju sesuatu yang istimewa di Eropa musim ini.
