Josep Guardiola melontarkan pujian tinggi kepada Rayan Cherki usai Manchester City meraih kemenangan 3-0 atas Chelsea, Minggu (12/4/2026) malam WIB. Penampilan gelandang muda asal Prancis itu di Stamford Bridge tampil menonjol dan menjadi sorotan.
Cherki memainkan peran penting dalam kemenangan tersebut dengan mencatat dua assist. Kontribusinya membantu City mengendalikan pertandingan sekaligus mengamankan hasil akhir.
Kini, jumlah assist Cherki telah mencapai 10 di musim debutnya. Bagi Guardiola, catatan tersebut mencerminkan kualitas istimewa yang dimiliki sang pemain.
Adaptasinya di Premier League pun berjalan mulus. Meski begitu, Guardiola tetap menekankan pentingnya perkembangan dari sisi mental.
Kontribusi Nyata Cherki
Saat pertama kali bergabung pada musim panas lalu, Cherki sempat diragukan. Namun, performanya perlahan menjawab semua keraguan tersebut.
Mencatatkan 10 assist di musim pertama jelas bukan pencapaian yang mudah. Ia mampu menunjukkan peran krusial dalam skema permainan Manchester City musim ini.
“Statistiknya luar biasa. Kualitas yang dia tunjukkan di musim pertama Premier League benar-benar unik,” ujar Guardiola.
“Di babak pertama, saya memintanya bermain lebih dekat dengan Haaland, pemain sayap, dan gelandang serang. Manfaatkan bakat yang dia miliki,” lanjutnya.
Visi Bermain yang Istimewa
Guardiola juga menilai Cherki memiliki visi bermain yang sangat baik. Kemampuannya dalam membaca situasi membuat lini serang City tampil lebih hidup.
Pergerakannya membuka ruang bagi Erling Haaland dan rekan-rekannya. Salah satu assist untuk Marc Guehi menjadi contoh nyata kecerdasannya dalam mengambil keputusan.
“Rayan punya sesuatu yang spesial. Pada gol kedua, saya memintanya memilih opsi terbaik, dan dia memberikan umpan ke Marc Guehi—bahkan dari luar saya tidak melihat peluang itu,” kata Guardiola.
“Dia adalah talenta top. Jika Manchester City merekrutnya, itu karena klub ini bekerja dengan sangat baik dalam mengidentifikasi pemain,” tambahnya.
Mentalitas dan Etos Kerja
Meski tidak dikenal sebagai pemain dengan kecepatan tinggi, Cherki tetap menunjukkan etos kerja yang solid di setiap pertandingan.
Guardiola menilai sang pemain masih perlu berkembang, terutama dalam menjaga konsistensi sepanjang laga. Namun, ia mengapresiasi usaha dan sikap profesional yang ditunjukkan Cherki.
“Dia harus belajar bermain selama 90 menit dengan tuntutan tim. Tapi etos kerjanya luar biasa, meskipun dia tidak memiliki kecepatan atau intensitas pressing seperti pemain lain,” jelas Guardiola.
Ia bahkan membandingkan situasi tersebut dengan Sergio Aguero.
“Saya pernah melatih Sergio Aguero. Dia bukan pemain dengan pressing terbaik, tetapi dia selalu berusaha maksimal. Itu yang saya minta,” pungkasnya.
