Sorotan publik Indonesia musim ini tak hanya tertuju pada kiprah Skuad Garuda, tetapi juga pada performa para pemainnya di kompetisi elite Eropa. Di tengah kerasnya persaingan Serie A 2025/2026, dua nama mencuri perhatian: Emil Audero dan Jay Idzes.
Keduanya tampil konsisten bersama klub masing-masing dan menjadi figur penting dalam perjalanan tim mereka musim ini.
Emil Audero, Raja Penyelamatan Serie A
Emil Audero menjelma sebagai tembok terakhir yang sulit ditembus bersama Cremonese. Di tengah tekanan yang kerap menghampiri timnya, kiper 29 tahun itu justru tampil stabil dan impresif.
Berdasarkan data hingga pekan ke-27, Audero telah mencatatkan 99 penyelamatan dari 23 penampilan. Catatan tersebut menempatkannya sebagai kiper dengan jumlah save terbanyak di Serie A musim ini.
Ia unggul tipis atas Arijanet Muric (Sassuolo) yang mengoleksi 97 penyelamatan dari 26 laga.
Tetap Bersinar di Tengah Tekanan
Dua laga terakhir menjadi gambaran bagaimana beratnya perjuangan Cremonese. Mereka kalah 0-3 dari AS Roma dan 0-2 dari AC Milan.
Meski kebobolan lima gol dalam dua pertandingan itu, performa Audero tetap layak diapresiasi. Saat melawan Roma, ia melakukan dua penyelamatan krusial untuk mencegah skor lebih besar. Sementara kontra Milan, ia mencatatkan empat save penting, termasuk menggagalkan peluang emas dari jarak dekat.
Musim ini, Audero nyaris tak pernah “menganggur” di bawah mistar. Ia terus dipaksa bekerja keras menghadapi gelombang serangan lawan.
Menariknya, meski berada di papan bawah (peringkat ke-17), Cremonese baru kebobolan 38 gol hingga pekan ke-27—catatan yang bahkan lebih baik dibanding beberapa tim di atasnya.
Jay Idzes, Tembok Kokoh Sassuolo
Di sisi lain, Jay Idzes tampil konsisten bersama Sassuolo. Bek 25 tahun itu menjadi pilihan utama di jantung pertahanan dan membantu timnya bersaing di papan tengah klasemen.
Dari 27 pertandingan musim ini, Idzes tampil dalam 26 laga. Ia langsung merebut tempat utama sejak debutnya pada 29 Agustus 2025 dan tak tergantikan hingga kini.
Masuk 10 Besar Bek dengan Clearance Terbanyak
Berdasarkan data FootMob, Idzes telah mencatatkan 140 clearance sepanjang musim. Angka tersebut menempatkannya dalam 10 besar bek Serie A dengan jumlah sapuan terbanyak.
Tak hanya piawai menghalau bola, ia juga mencatatkan:
-
21 tekel sukses
-
34 intersep
Statistik ini menunjukkan kemampuannya membaca permainan dan memutus serangan sebelum berkembang menjadi ancaman serius.
Duetnya bersama Tarik Muharemovic menjadi salah satu kombinasi paling stabil di lini belakang Sassuolo. Hingga pekan ke-27, mereka baru kebobolan 36 gol—angka kompetitif untuk tim papan tengah.
Putaran Kedua Makin Garang
Memasuki paruh kedua musim, performa Sassuolo semakin meningkat. Dalam enam laga terakhir, mereka meraih lima kemenangan dan hanya sekali kalah.
Jika tren ini berlanjut, peluang menembus zona Eropa bukan hal mustahil.
Bagi Jay Idzes dan Emil Audero, musim ini menjadi bukti nyata bahwa pemain Timnas Indonesia mampu bersaing dan tampil konsisten di salah satu liga terbaik dunia. Performa mereka bukan sekadar statistik, melainkan representasi kualitas sepak bola Indonesia di panggung Eropa.
