Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi ujian terberat di Piala Asia Futsal 2026. Di partai final, skuad Merah Putih ditantang Iran, tim dengan reputasi paling dominan dalam sejarah futsal Asia.
Indonesia melangkah ke final melalui jalan penuh drama. Pasukan Hector Souto menyingkirkan Jepang dengan skor 5-3 lewat babak extra time dalam laga semifinal berintensitas tinggi yang digelar di Indonesia Arena.
Keberhasilan tersebut mengantar Indonesia ke panggung tertinggi. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai. Iran bukan sekadar finalis, melainkan simbol supremasi futsal Asia yang telah bertahan lebih dari dua dekade.
Partai puncak ini bukan hanya soal perebutan gelar, melainkan tentang upaya Indonesia menantang hegemoni terkuat di kawasan. Iran datang membawa sejarah panjang, kualitas individu mumpuni, serta mental juara yang telah teruji.
Indonesia ke Final dengan Mental Baja
Indonesia tampil penuh determinasi saat menghadapi Jepang di semifinal. Tempo tinggi, duel intens, dan keberanian bermain terbuka menjadi ciri khas permainan skuad Merah Putih.
Sempat unggul, kemudian terkejar, Indonesia menunjukkan ketangguhan mental. Gol-gol yang dicetak Samuel Eko, Firman Ardiansyah, Reza Gunawan, dan Dewa Rizki memastikan kemenangan dramatis bagi tuan rumah.
Babak extra time menjadi panggung pembuktian. Indonesia tampil lebih tenang dan efektif untuk mengunci kemenangan 5-3 atas salah satu kekuatan tradisional futsal Asia.
Hasil ini menegaskan progres signifikan futsal Indonesia. Namun, kemenangan atas Jepang baru menjadi satu langkah menuju tantangan yang jauh lebih besar di partai final.
Iran, Raksasa Asia dengan Rekam Jejak Mengerikan
Lawan Indonesia di final adalah Iran, raksasa futsal Asia yang melaju ke partai puncak setelah menundukkan Irak dengan skor 4-2 di semifinal. Kemenangan tersebut kembali menegaskan kualitas serta kedalaman skuad mereka.
Gol-gol Iran dicetak oleh Mohammad Derakhshani, Behrooz Azimi, Hossein Tayebi, dan Salar Aghapour. Sebaran pencetak gol ini menunjukkan bahwa ancaman Iran tidak bertumpu pada satu pemain semata.
Hossein Tayebi tampil sebagai figur sentral sepanjang turnamen. Ia telah mengoleksi lima gol, hanya terpaut satu gol dari Muhammad Osamanmusa dalam daftar top skor sementara.
Iran merupakan standar emas futsal Asia. Mereka mengoleksi 13 gelar juara Piala Asia Futsal, termasuk edisi 2024, jauh meninggalkan Jepang yang baru mengantongi empat trofi.
Iran di Peringkat Lima Dunia FIFA
Dominasi Iran juga tercermin di level global. Berdasarkan ranking FIFA per Desember 2025, Iran menempati peringkat kelima dunia, tertinggi di Asia, hanya berada di bawah Brasil, Portugal, Spanyol, dan Argentina.
Status tersebut membuat Iran bukan sekadar favorit, melainkan tolok ukur kekuatan futsal internasional. Pengalaman tampil di laga-laga besar menjadi senjata utama mereka di partai final.
Bagi Indonesia, menghadapi Iran adalah ujian sekaligus peluang. Ujian karena kualitas dan sejarah lawan, peluang karena kemenangan akan menjadi lompatan historis bagi futsal nasional.
Final Piala Asia Futsal 2026 akan digelar di Indonesia Arena pada Sabtu (7/2), dengan kick-off pukul 19.00 WIB.
