PSSI Jelaskan Kontrak John Herdman 2+2 Tahun: Tak Bebani Kepengurusan Selanjutnya

PSSI mengungkap alasan di balik kontrak berdurasi dua plus dua tahun yang diberikan kepada John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia. Penjelasan tersebut disampaikan oleh Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga.

Menurut Arya, skema kontrak ini memungkinkan perpanjangan hingga 2029, dengan catatan Herdman mampu memenuhi target yang telah ditetapkan federasi dalam dua tahun pertama masa jabatannya.

“Kontraknya dua plus dua tahun. Kalau dalam dua tahun itu kinerjanya dinilai oke, maka bisa dilanjutkan dua tahun berikutnya,” ujar Arya.

Disesuaikan dengan Masa Kepengurusan PSSI

Model kontrak tersebut serupa dengan yang sebelumnya diterapkan kepada Patrick Kluivert, yang menangani Timnas Indonesia pada periode Januari hingga Oktober 2025. PSSI kemudian mengakhiri kerja sama dengan Kluivert usai Timnas Indonesia tersingkir dari putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Arya menjelaskan, durasi kontrak John Herdman disesuaikan dengan masa kepengurusan Ketua PSSI Erick Thohir, yang akan berakhir pada 2027.

“Seperti yang sering kami sampaikan, Pak Erick ingin ketika masa jabatannya selesai, pengurus berikutnya tidak terbebani oleh kontrak jangka panjang,” jelas Arya.

Bebaskan Pengurus PSSI Periode Berikutnya

Dengan skema dua plus dua tahun, kepengurusan PSSI periode 2027–2031 memiliki kebebasan penuh untuk menentukan kelanjutan kerja sama dengan Herdman.

“Nanti pengurus berikutnya mau melanjutkan atau tidak, itu sepenuhnya menjadi keputusan mereka. Tidak ada kewajiban yang membebani,” tegas Arya.

PSSI berharap pola kontrak ini memberi keseimbangan antara stabilitas tim nasional dan fleksibilitas organisasi dalam jangka panjang.

Mungkin Anda Menyukai