Manajemen PSM Makassar akhirnya buka suara mengenai laporan dugaan kekerasan yang menyeret nama salah satu pemainnya, Ricky Pratama. Sebagai langkah awal, Pasukan Ramang telah memanggil winger berusia 22 tahun itu untuk dimintai klarifikasi.
Hal tersebut dikonfirmasi Media Officer PSM, Sulaiman Abdul Karim. Ia menegaskan bahwa manajemen ingin memperoleh penjelasan langsung dari pemain yang bersangkutan terkait kabar yang beredar.
Pemanggilan dilakukan setelah isu dugaan penganiayaan ramai diperbincangkan di media sosial. Pihak klub merasa perlu melakukan klarifikasi internal guna memastikan duduk persoalan secara lebih jelas.
Di tengah situasi tersebut, PSM tetap menjalani agenda kompetisi BRI Super League 2025/26 seperti biasa sembari menunggu perkembangan lebih lanjut dari kasus ini.
Penjelasan Resmi PSM
Sebelumnya, seorang perempuan berinisial DP melaporkan Ricky Pratama ke Polda Sulawesi Selatan atas dugaan tindak kekerasan. Dalam laporan itu disebutkan adanya luka memar yang dialami pelapor.
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah unggahan terkait laporan tersebut viral di media sosial. Nama Ricky Pratama pun ramai diperbincangkan dalam beberapa hari terakhir.
“Menanggapi informasi yang beredar terkait laporan dugaan penganiayaan oleh saudara Ricky Pratama, pihak klub telah memanggil pemain untuk memberikan penjelasan atas permasalahan tersebut,” ujar Sulaiman.
“Pada prinsipnya, perlu dipahami bahwa ini merupakan ranah pribadi pemain. Klub memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengikuti proses hukum yang berlaku,” lanjutnya.
Tegaskan Tak Akan Intervensi
PSM menegaskan tidak akan melakukan intervensi terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Manajemen menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada pihak kepolisian.
Klub juga menyatakan akan memantau perkembangan status hukum pemain yang memperkuat Timnas Indonesia U-23 tersebut.
“Untuk menghindari spekulasi yang berkembang, klub akan berpegang pada asas kepastian hukum dan terus memantau perkembangan status hukum pemain yang bersangkutan,” tutup Sulaiman.
