PSIM Yogyakarta tampil meyakinkan pada putaran pertama BRI Super League 2025/26 meski berstatus tim promosi. Hingga pekan ke-17, Laskar Mataram berada di peringkat enam klasemen sementara dengan 30 poin.
Keberhasilan ini lahir dari performa yang stabil sepanjang paruh musim. PSIM mampu menjaga jarak dengan tim papan atas, menunjukkan bahwa mereka tidak sekadar numpang lewat di kasta tertinggi. Fondasi permainan dan mental bertanding menjadi kunci posisi enam besar tersebut.
Konsistensi di Papan Atas
Dari 17 laga, PSIM mencatat 8 kemenangan, 6 imbang, dan 3 kalah, dengan 23 gol dicetak dan 18 kebobolan.
Manajer PSIM, Razzi Taruna, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini.
“Alhamdulillah, hasilnya cukup memuaskan. Sebagai tim promosi, berada di posisi enam dengan 30 poin adalah capaian yang baik,” ujar Razzi, dikutip dari ileague.id.
Manajemen menilai posisi ini sebagai modal penting untuk melanjutkan performa di putaran kedua, sambil tetap melakukan evaluasi menyeluruh agar tim tidak cepat berpuas diri.
“Harapannya bisa lebih baik di putaran kedua,” tambah Razzi.
Fokus Fisik dan Konsistensi Putaran Kedua
Razzi menekankan pentingnya konsistensi penampilan dan kebugaran pemain menghadapi jadwal padat. Februari diperkirakan menjadi bulan yang berat dengan banyak pertandingan.
“Dengan jadwal padat, kami berpikir bagaimana pemain tetap fokus dan menjaga kebugarannya dengan baik,” jelas Razzi. Komitmen manajemen adalah menjaga kesiapan fisik dan mental seluruh skuad untuk mempertahankan performa positif.
Tim akan kembali menjalani latihan intensif mulai Kamis, 15 Januari, setelah libur singkat pada 13–14 Januari, guna persiapan laga perdana putaran kedua pada 25 Januari.
“Tim sudah mulai latihan lagi agar bisa bermain maksimal untuk putaran kedua,” pungkas Razzi.
