Paris Saint-Germain tampil superior saat menyingkirkan Chelsea di babak 16 besar Liga Champions. Klub asal Prancis tersebut memastikan tiket ke perempat final dengan kemenangan agregat meyakinkan 8-2.
Pertandingan berjalan cepat sejak awal. Khvicha Kvaratskhelia membuka keunggulan hanya enam menit setelah kickoff lewat penyelesaian dingin. Tak lama berselang, Bradley Barcola menggandakan skor di menit ke-14 melalui sepakan akurat yang tak mampu dibendung kiper lawan.
Gol cepat tersebut praktis meruntuhkan ritme permainan Chelsea. Meski sempat mencoba bangkit lewat sejumlah peluang dari Cole Palmer dan rekan-rekannya, efektivitas serangan PSG serta solidnya permainan mereka membuat tim tamu kesulitan mengejar ketertinggalan.
Di babak kedua, PSG semakin mempertegas dominasi. Pemain muda Senny Mayulu yang masuk sebagai pemain pengganti sukses mencetak gol tambahan lewat tembakan melengkung indah, sekaligus mengunci kemenangan timnya.
Situasi Chelsea semakin memburuk setelah bek Trevoh Chalobah mengalami cedera pergelangan kaki dan harus ditarik keluar lapangan. Kondisi ini menambah daftar masalah tim yang sebelumnya juga kehilangan kapten Reece James akibat cedera.
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, mengakui hasil ini sulit diterima. Ia memahami kekecewaan para pendukung yang mengharapkan performa lebih baik dari timnya, terutama di kompetisi sebesar Liga Champions.
Kekalahan ini sekaligus menegaskan inkonsistensi Chelsea musim ini. Meski memiliki kualitas untuk bersaing, kurangnya fokus, kesalahan individu, serta minimnya pengalaman di level tertinggi menjadi faktor yang menghambat langkah mereka.
Di sisi lain, PSG di bawah arahan Luis Enrique menunjukkan konsistensi luar biasa. Dengan performa yang stabil dan lini serang tajam, mereka kini menjadi salah satu kandidat kuat untuk meraih gelar Liga Champions musim ini.
Selanjutnya, PSG akan menghadapi pemenang duel antara Liverpool dan Galatasaray di babak berikutnya. Dengan performa seperti ini, PSG jelas menjadi lawan yang sangat sulit dihentikan.
