Jakarta – Persija Jakarta harus menerima hasil mengecewakan setelah tumbang 0-2 dari Arema FC pada lanjutan pekan ke-20 BRI Super League musim 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu malam (8/2/2026), berakhir pahit bagi skuad Macan Kemayoran yang tampil di hadapan pendukung sendiri.
Kekalahan ini menjadi hambatan serius bagi Persija dalam upaya memangkas selisih poin dengan pemuncak klasemen, Persib Bandung. Alih-alih meraih poin penuh, tim ibu kota justru kehilangan momentum penting di persaingan papan atas.
Arema FC tampil efektif dan memastikan kemenangan melalui dua gol Gabriel Silva Costa. Penyerang Singo Edan itu memecah kebuntuan pada menit ke-82 sebelum kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-90+11, sekaligus mengunci tiga poin bagi tim tamu.
Hasil tersebut membuat Persija gagal mempertahankan dominasi kandang, sementara Arema FC pulang dari Jakarta dengan hasil maksimal.
Gol Dianulir dan VAR Jadi Sorotan
Sejak awal laga, kedua tim saling melancarkan serangan dan bermain dengan intensitas tinggi. Persija sempat mendapat harapan ketika Gustavo Almeida mencetak gol pada menit ke-78. Namun, euforia tersebut tak bertahan lama setelah wasit Thoriq Alkatiri membatalkan gol itu usai meninjau tayangan VAR.
Keputusan VAR menunjukkan Maxwell Souza lebih dahulu berada dalam posisi offside sebelum proses terjadinya gol. Momen ini menjadi titik balik pertandingan, karena tak lama berselang Arema FC justru mampu mencetak gol pembuka.
Memanfaatkan celah di lini belakang Persija, Gabriel Silva Costa sukses menuntaskan peluang dengan baik. Di masa tambahan waktu, ia kembali menghukum pertahanan tuan rumah lewat gol kedua yang memastikan kemenangan Arema FC.
Persija Tertahan di Papan Atas
Akibat kekalahan ini, Persija Jakarta masih bertahan di peringkat ketiga klasemen sementara dengan raihan 41 poin dari 20 laga. Posisi tersebut membuat mereka semakin tertinggal dari Persib Bandung yang kokoh di puncak dengan koleksi 47 poin.
Gagal meraih poin di kandang sendiri jelas menjadi pukulan bagi Persija. Dengan jumlah pertandingan yang terus berkurang, setiap laga ke depan akan sangat menentukan nasib mereka dalam perburuan gelar juara musim ini.
Macan Kemayoran dituntut segera bangkit dan tampil lebih konsisten jika ingin tetap bersaing hingga akhir kompetisi.
Arema FC Tunjukkan Kebangkitan
Di sisi lain, kemenangan di SUGBK menjadi dorongan besar bagi Arema FC. Tambahan tiga poin membawa Singo Edan naik ke posisi kesembilan klasemen dengan total 27 poin dari 20 pertandingan.
Performa solid saat menghadapi Persija menegaskan adanya peningkatan signifikan dalam permainan Arema FC di putaran kedua musim ini. Mereka tampil disiplin dalam bertahan dan tajam saat memanfaatkan peluang.
Jika mampu menjaga konsistensi, Arema FC berpeluang terus memperbaiki posisi dan menutup musim dengan hasil yang lebih baik. Kemenangan ini menjadi sinyal bahwa Singo Edan siap memberi kejutan di sisa kompetisi.
