Persija di Tengah Atensi Gubernur Jakarta: Dukungan atau Intervensi?

Dukungan kepala daerah terhadap klub sepak bola profesional di Indonesia kini berbeda dibanding satu setengah dekade lalu. Sejak diterbitkannya Permendagri Nomor 22 Tahun 2011, pendanaan klub profesional tidak lagi bersumber langsung dari APBD, melainkan menjadi tanggung jawab organisasi cabang olahraga atau klub itu sendiri.

Meski begitu, kepala daerah tetap bisa menunjukkan dukungan, baik secara moral maupun melalui penyediaan sarana dan prasarana.

Persija dan Peran Kepala Daerah

Persija Jakarta termasuk klub yang masih mendapat perhatian signifikan dari gubernurnya, kini Pramono Anung (periode 2025–2030). Dukungan ini tercermin dalam penandatanganan MoU penggunaan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai home base Persija pada Februari 2025. Stadion berkapasitas 82 ribu penonton itu kini juga bisa difungsikan sebagai pusat kegiatan sepak bola dan komunitas Macan Kemayoran.

Pada April 2025, Pramono mengundang Persija ke Balai Kota Jakarta untuk membahas target juara Liga Indonesia 2027, bertepatan dengan peringatan 500 tahun Jakarta. Rencana uji coba internasional melawan Hertha Berlin juga digagas sebagai bagian dari perayaan lima abad Jakarta.

Selain itu, Persija menjalin kerja sama dengan empat BUMD DKI Jakarta: Bank Jakarta, PAM Jaya, PT MRT Jakarta, dan Transjakarta. Bank Jakarta dan PAM Jaya berperan sebagai sponsor, sementara MRT Jakarta dan Transjakarta lebih ke kolaborasi dan branding. Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, menegaskan kerja sama tersebut tidak menggunakan dana APBD.

“Dukungan ini murni sponsorship atau kolaboratif, tidak ada dana APBD yang dialirkan ke Persija,” ujar Diky.

Pernyataan Gubernur dan Respons Publik

Dalam tur trofi Piala Dunia di JCC, Senayan, Kamis (22/1), Pramono menyatakan keinginannya agar Persija menambah pemain untuk mengejar target juara 2027. Pernyataan ini memicu beragam tafsir, termasuk dugaan intervensi pemerintah daerah.

Diky menegaskan, langkah tersebut semata bentuk kepedulian gubernur terhadap klub kebanggaan warga Jakarta:

“Persija bagian dari entitas Jakarta, jadi gubernur ingin tim ini dihuni pemain-pemain terbaik. Tidak ada APBD yang digunakan untuk Persija, semuanya melalui mekanisme BUMD.”

Ejekan “APBD FC”

Atensi gubernur membuat Persija kerap menjadi sasaran ejekan di media sosial, dijuluki “APBD FC”. Diky menepisnya, menekankan bahwa sejak 2017 Persija telah disponsori Bank DKI tanpa menimbulkan polemik:

“Semua dana BUMD adalah B2B untuk kepentingan bisnis, bukan APBD.”

Hingga kini,  belum memperoleh tanggapan resmi dari Direktur Persija, Mohamad Prapanca, dan manajer tim, Ardhi Tjahjoko.

Mungkin Anda Menyukai