Timnas Indonesia membuka era baru bersama John Herdman dengan kemenangan meyakinkan. Skuad Garuda menghajar St. Kitts and Nevis 4-0 pada semifinal FIFA Series 2026.
Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Indonesia tampil dominan dengan permainan kolektif yang rapi dan efektif. Dua gol dari Beckham Putra, serta masing-masing satu gol dari Ole Romeny dan Mauro Zijlstra memastikan kemenangan telak.
Namun, sorotan utama tertuju pada performa luar biasa Ole Romeny yang menjadi motor serangan tim sepanjang laga.
Playmaker Baru yang Hidupkan Serangan
Ole Romeny tampil dalam peran yang lebih bebas. Ia tidak hanya bermain sebagai winger, tetapi juga bertransformasi menjadi playmaker utama.
Pergerakannya fleksibel, kerap turun ke lini tengah untuk mengatur tempo dan mendistribusikan bola. Kreativitasnya terlihat jelas lewat dua assist yang ia berikan kepada Beckham Putra.
Assist pertama hadir lewat umpan terobosan matang, sementara assist kedua menunjukkan visi bermain tinggi dan ketenangan dalam eksekusi. Tak hanya itu, Ole juga mencatatkan namanya di papan skor, melengkapi kontribusi impresifnya.
Dominan Menyerang, Disiplin Bertahan
Kontribusi Ole tak berhenti di fase menyerang. Ia juga aktif dalam membantu pertahanan, terutama saat melakukan pressing dari lini depan bersama Ramadhan Sananta.
Tekanan yang ia berikan membuat lawan kesulitan membangun serangan dari bawah—bagian penting dari taktik John Herdman.
Secara statistik, Ole mencatat satu tekel dan satu intersep. Etos kerjanya yang tinggi serta keseimbangan antara menyerang dan bertahan membuatnya tampil komplet.
Dengan performa luar biasa tersebut, Ole Romeny diganjar rating 10—sebuah nilai sempurna yang menegaskan perannya sebagai jantung permainan baru Timnas Indonesia.
