Persaingan menuju gelar Premier League musim 2025-2026 semakin memanas. Dua tim raksasa, Arsenal dan Manchester City, masih menjadi kandidat terkuat dalam perburuan trofi, dengan selisih poin yang relatif tipis di papan atas klasemen.
Arsenal untuk sementara memimpin kompetisi dengan koleksi 58 poin dari 27 laga. Konsistensi performa mereka sepanjang musim membuat The Gunners mampu menjaga posisi teratas, meski tekanan terus datang dari sang juara bertahan.
Di sisi lain, Manchester City membuntuti di peringkat kedua dengan 53 poin. Menariknya, tim asuhan Pep Guardiola baru memainkan 26 pertandingan, satu laga lebih sedikit dibandingkan rivalnya tersebut. Situasi ini secara matematis membuka peluang besar bagi City untuk memangkas jarak, bahkan melompati Arsenal jika mampu memaksimalkan laga tunda mereka.
Meski demikian, Guardiola memilih bersikap tenang. Ia enggan berbicara terlalu jauh soal peluang timnya mengambil alih puncak klasemen. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa fokus utama timnya adalah menjaga performa dan meraih kemenangan demi kemenangan, bukan terpaku pada posisi pesaing.
Menurut Guardiola, perjalanan musim masih panjang dan banyak hal bisa terjadi. Ia menilai konsistensi, kebugaran pemain, serta kesiapan menghadapi jadwal padat akan menjadi faktor penentu di fase krusial ini. Karena itu, ia tidak ingin para pemainnya terlena oleh hitung-hitungan klasemen.
Dengan selisih lima poin dan satu laga di tangan, persaingan Arsenal dan Manchester City diprediksi akan berlangsung sengit hingga pekan-pekan terakhir. Setiap pertandingan kini memiliki bobot besar, dan sedikit saja terpeleset bisa berdampak signifikan terhadap peluang meraih gelar juara.
