Pelatih Torino, Marco Baroni, menunjukkan sikap ksatria setelah timnya mengalami kekalahan telak dari Como 1907. Dalam pernyataannya usai pertandingan, Baroni secara terbuka mengakui bahwa hasil buruk tersebut merupakan tanggung jawabnya sebagai nakhoda tim. Ia menilai penampilan Torino jauh dari standar yang seharusnya ditampilkan di level kompetisi tertinggi.
Baroni menyebut bahwa timnya gagal menerapkan rencana permainan dengan baik sejak menit awal. Kurangnya koordinasi antarlini dan lemahnya konsentrasi membuat Torino mudah dieksploitasi oleh permainan agresif Como 1907. Situasi tersebut semakin diperparah dengan minimnya respons di sepanjang laga, yang membuat tim kesulitan keluar dari tekanan lawan.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Baroni juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung Torino. Ia memahami kekecewaan suporter yang berharap tim tampil lebih kompetitif, namun justru harus menyaksikan kekalahan menyakitkan. Menurutnya, dukungan fans tetap menjadi kekuatan penting bagi tim meski hasil pertandingan tidak sesuai harapan.
Pelatih asal Italia itu menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Seluruh aspek, mulai dari strategi, kondisi fisik pemain, hingga mental bertanding, akan menjadi bahan penilaian utama. Baroni berjanji akan mengambil langkah tegas demi memperbaiki performa tim dan menghindari terulangnya hasil serupa di laga-laga berikutnya.
Torino kini dituntut untuk segera bangkit dan menunjukkan reaksi positif pada pertandingan selanjutnya. Dengan pembenahan yang tepat dan kerja keras seluruh elemen tim, Baroni berharap Torino dapat kembali ke jalur yang benar dan memperbaiki posisi mereka di klasemen.
