Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, kembali menunjukkan gaya kepemimpinannya yang khas dengan mengambil pendekatan realistis dalam menilai peluang timnya meraih gelar juara. Alih-alih berbicara lantang soal ambisi Scudetto, Allegri memilih menahan diri dan menekankan pentingnya proses serta kerja bertahap sepanjang musim kompetisi.
Sikap tersebut dinilai sebagai upaya menjaga konsentrasi para pemain agar tidak terjebak dalam tekanan target besar sejak awal. Dengan ekspektasi yang dikelola secara hati-hati, Allegri berharap skuadnya bisa tampil lebih lepas, fokus pada setiap pertandingan, dan terus berkembang dari pekan ke pekan. Pendekatan ini juga dianggap mampu menghindarkan Milan dari beban psikologis yang kerap muncul ketika status favorit juara terlalu cepat disematkan.
Di sisi lain, Allegri tetap menuntut konsistensi dan disiplin tinggi dalam permainan. Ia menekankan bahwa hasil positif akan datang sebagai konsekuensi dari performa stabil, bukan sekadar pernyataan ambisi. Filosofi tersebut sejalan dengan pengalaman panjangnya di Serie A, di mana ia kerap menilai musim panjang lebih ditentukan oleh ketahanan tim dibandingkan euforia sesaat.
Pendekatan tenang Allegri pun mendapat respons positif dari berbagai pihak. Banyak yang menilai strategi ini memberi ruang bagi AC Milan untuk membangun kekuatan secara bertahap, sambil menjaga suasana ruang ganti tetap kondusif. Dengan fondasi yang kuat dan fokus yang terjaga, Milan diharapkan mampu bersaing hingga fase akhir musim tanpa harus terbebani tekanan berlebihan sejak awal perjalanan.
