Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, memberikan respons atas kritik yang mengarah kepada Cyrus Margono usai debutnya di BRI Super League 2025/2026. Ia meminta suporter tidak terburu-buru menilai sang kiper hanya dari satu pertandingan.
Cyrus menjalani debut saat Persija menghadapi Bhayangkara FC. Dalam laga tersebut, Macan Kemayoran harus menelan kekalahan 2-3 setelah kebobolan tiga gol.
Souza menegaskan bahwa setiap pemain membutuhkan waktu untuk berkembang dan beradaptasi.
“Kami berlatih setiap hari untuk memperbaiki kesalahan. Saya berharap Cyrus tidak dinilai hanya dari satu pertandingan,” ujarnya.
Masih dalam Tahap Adaptasi
Menurut Souza, Margono masih berada dalam fase adaptasi sejak bergabung pada paruh musim. Ia menilai sang kiper memiliki potensi besar, meski belum mencapai performa terbaiknya.
“Ia adalah kiper dengan potensi besar dan terus berkembang, tetapi masih butuh waktu untuk mencapai kondisi terbaik,” tambah Souza.
Eduardo Kembali Jadi Pilihan Utama
Untuk laga berikutnya melawan Persebaya Surabaya, Souza memastikan akan melakukan perubahan di bawah mistar gawang.
Carlos Eduardo kembali dipercaya sebagai kiper utama Persija. Keputusan ini diambil berdasarkan kebutuhan strategi tim, bukan semata karena performa individu.
“Kami akan memilih pemain terbaik sesuai kebutuhan tim. Cyrus tetap kami percaya, tetapi untuk laga besok Eduardo yang akan bermain,” jelas Souza.
Ia juga menyinggung faktor komposisi pemain asing sebagai pertimbangan tambahan dalam menentukan susunan pemain.
Fokus Hadapi Laga Krusial
Pertandingan melawan Persebaya akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno pada Sabtu (11/4). Laga ini menjadi penting bagi Persija untuk menjaga konsistensi di papan klasemen.
Dengan keputusan ini, Souza berharap timnya tampil lebih solid, sementara Cyrus Margono tetap dipersiapkan untuk berkembang dan bersaing di posisi kiper utama.
