Patrick Kluivert Dukung Jordi Cruyff Jadi Direktur Teknik Ajax, Bagaimana Statusnya di Timnas Indonesia?

Patrick Kluivert menyatakan dukungannya terhadap penunjukan Jordi Cruyff sebagai Direktur Teknik AFC Ajax, di tengah status Jordi yang masih menjabat sebagai Penasihat Teknis Timnas Indonesia.

Kluivert memiliki kedekatan profesional dengan Jordi saat sama-sama bekerja di Timnas Indonesia. Kluivert menjabat sebagai pelatih kepala pada periode Januari hingga Oktober 2025, sementara Jordi Cruyff ditunjuk sebagai penasihat teknis sejak Maret 2025 dan masih aktif hingga kini.

“Di hotel tempat para pemain menginap, kami sering melakukan diskusi mendalam soal sepak bola,” ujar Kluivert, dikutip dari media Belanda, De Telegraaf.

“Jordi benar-benar hidup untuk sepak bola. Ia memiliki visi yang sangat jelas tentang bagaimana membina pemain top, memadukan talenta muda dengan pemain berpengalaman, serta meraih hasil melalui permainan menyerang dan atraktif,” lanjutnya.

Bahkan, Kluivert menyamakan cara berpikir Jordi dengan sang ayah, Johan Cruyff.
“Jika Anda menutup mata saat dia berbicara, rasanya seperti mendengar Johan berbicara,” kata Kluivert.


Sosok Visioner dengan Pengalaman Lengkap

Menurut Kluivert, kapasitas Jordi Cruyff terbentuk dari pengalamannya menjalani berbagai peran di dunia sepak bola profesional, baik sebagai pemain maupun pelatih.

Latar belakang tersebut membuat Jordi dinilai mampu memahami permainan, mengelola sumber daya manusia, serta mengambil keputusan strategis untuk jangka panjang.

“Saya mengenal Jordi sebagai seorang visioner. Keuntungan besarnya adalah ia pernah menjadi pemain dan pelatih,” ujar Kluivert.

“Pengalaman itu memungkinkannya mengambil keputusan dengan rasa terhadap permainan, manusia, dan masa depan klub. Ia tahu apa yang dibutuhkan sebuah tim karena ia mengenal sepak bola dari dalam,” tambahnya.


Bukan karena Faktor Nama Besar

Kluivert menegaskan bahwa dukungannya terhadap Jordi Cruyff bukan didasari oleh faktor nama besar keluarga. Ia menilai kualitas Jordi terletak pada fokusnya terhadap pengembangan akademi, keterbukaan pada pendekatan modern, serta kemampuannya menghadapi tekanan di klub besar seperti Ajax.

“Bukan karena nama belakangnya, tetapi karena siapa dia dan pengalaman yang dimilikinya. Pengembangan akademi akan menjadi prioritasnya. Ia juga ingin melibatkan banyak mantan pemain Ajax, dan itu saya sambut dengan baik,” jelas Kluivert.

Ia juga menilai Jordi terbuka terhadap penggunaan data dan pendekatan modern, namun tetap memahami karakter klub besar yang sarat tekanan.

“Apakah dia boleh menelepon saya juga?” canda Kluivert.
“Tidak perlu, karena kami sudah cukup sering berkomunikasi,” tambahnya sambil tersenyum.


PSSI Masih Menunggu dan Mengkaji

Sementara itu, PSSI belum menentukan sikap terkait status Jordi Cruyff sebagai Penasihat Teknis Timnas Indonesia setelah menerima jabatan baru di Ajax.

Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, menyebut pihaknya masih akan melakukan kajian lebih lanjut.

“Nanti akan kami lihat seperti apa. Kami belum tahu detailnya dan belum mengambil keputusan,” ujar Amali.

Hingga kini, PSSI belum mengumumkan apakah Jordi Cruyff akan tetap menjalankan peran di Timnas Indonesia atau sepenuhnya fokus pada tugasnya sebagai Direktur Teknik Ajax Amsterdam.

Mungkin Anda Menyukai