Drama besar terjadi di Turkiye hanya beberapa saat setelah Besiktas tersingkir dari ajang UEFA Conference League 2025/2026. Kekalahan yang membuat klub gagal melangkah ke babak utama kompetisi Eropa itu langsung berimbas pada posisi sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer.
Tak butuh waktu lama bagi manajemen untuk mengambil keputusan. Hanya berselang sekitar satu jam setelah peluit akhir pertandingan, Besiktas mengumumkan bahwa mereka resmi berpisah dengan pelatih asal Norwegia tersebut. Langkah cepat ini seolah menegaskan kekecewaan besar yang dirasakan klub terhadap hasil yang diraih di kualifikasi.
Solskjaer sebenarnya datang ke Turkiye dengan harapan besar. Rekam jejaknya bersama Manchester United sempat membuat publik percaya bahwa ia bisa membawa Besiktas tampil lebih konsisten, baik di kancah domestik maupun di kompetisi Eropa. Namun, hasil yang ditorehkan ternyata jauh dari ekspektasi. Performa inkonsisten di liga ditambah kegagalan melangkah ke fase utama UEFA Conference League membuat kesabaran manajemen habis.
Keputusan ini menambah daftar panjang perjalanan karier Solskjaer yang berliku setelah meninggalkan Old Trafford. Ia sebelumnya pernah disebut-sebut sebagai sosok yang bisa membawa tim kembali ke jalur positif, namun kenyataannya sulit untuk menjaga stabilitas kinerja.
Pihak Besiktas belum secara resmi menunjuk pengganti permanen. Dalam waktu dekat, posisi pelatih kemungkinan akan diisi oleh caretaker sambil klub berburu nama besar lain yang dianggap mampu mengangkat kembali prestasi tim. Sejumlah media Turkiye menyebut beberapa kandidat mulai dilirik, meski belum ada kepastian.
Bagi Besiktas, kegagalan ini menjadi pukulan telak. Selain kehilangan kesempatan tampil di kompetisi Eropa, mereka kini harus memulai musim baru dengan suasana ruang ganti yang tidak stabil. Sedangkan bagi Solskjaer, pemecatan ini kembali menjadi pengingat betapa sulitnya menjaga reputasi di level tertinggi sepak bola