Performa konsisten kembali ditunjukkan Nathan Tjoe-A-On bersama Willem II dalam lanjutan kompetisi Eerste Divisie musim 2025/2026. Bek kiri Timnas Indonesia tersebut dipercaya turun sejak menit pertama saat timnya melawat ke markas Jong FC Utrecht.
Pertandingan yang digelar di Stadion Galgenwaard pada Selasa (17/2/2025) dini hari WIB itu menjadi bukti bahwa Nathan masih menjadi pilihan utama di sisi kiri pertahanan. Ia mengisi pos bek kiri dan tampil penuh selama 90 menit, menunjukkan stamina serta disiplin yang solid sepanjang laga.
Willem II sebenarnya berusaha mengontrol jalannya pertandingan sejak awal. Mereka mencoba membangun serangan dari bawah dan memanfaatkan lebar lapangan untuk membuka ruang. Nathan pun cukup aktif membantu fase menyerang dengan beberapa kali naik mendukung winger di depannya, sekaligus tetap waspada menjaga area pertahanan.
Namun petaka datang menjelang turun minum. Pada menit ke-42, Willem II justru tertinggal akibat gol bunuh diri yang dilakukan Besselink. Situasi tersebut berawal dari tekanan tim tuan rumah yang memaksa lini belakang melakukan kesalahan antisipasi. Bola yang seharusnya bisa diamankan malah berbelok masuk ke gawang sendiri, membuat Jong FC Utrecht unggul lebih dulu.
Tertinggal satu gol membuat Willem II harus bekerja lebih keras di babak kedua. Intensitas serangan ditingkatkan, sementara Nathan tetap konsisten menjalankan perannya di sektor kiri. Ia beberapa kali memotong umpan silang dan melakukan tekel penting untuk mencegah ancaman tambahan dari tuan rumah.
Secara individu, penampilan Nathan terbilang stabil. Ia jarang kehilangan posisi dan cukup tenang saat menguasai bola. Meski timnya berada dalam tekanan, bek berusia muda itu mampu menjaga fokus hingga peluit akhir dibunyikan.
Hasil pertandingan ini menjadi pukulan bagi Willem II yang tengah berjuang menjaga asa tampil di babak play-off promosi menuju Eredivisie. Tambahan poin yang tidak maksimal membuat persaingan semakin ketat, sementara tim-tim pesaing terus berusaha mengamankan posisi mereka di papan atas.
Bagi Nathan sendiri, kesempatan bermain penuh menjadi sinyal positif menjelang agenda Timnas Indonesia berikutnya. Konsistensi di level klub tentu menjadi modal berharga, baik untuk kariernya di Belanda maupun kontribusinya saat membela Garuda di kancah internasional.
