Nasib Mirip Timnas Indonesia, Wakil Piala Afrika Berpeluang Tembus 16 Besar Tanpa Gol

Timnas Sudan mencuri perhatian dalam perjalanan mereka di Piala Afrika 2025. Meski tidak tampil produktif di lini serang, tim berjuluk Buaya Sungai Nil itu justru berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar dengan cara yang tidak lazim. Sudan melaju tanpa harus mengandalkan gol-gol dari pemainnya sendiri, sebuah pencapaian yang jarang terjadi di level turnamen kontinental.

Keberhasilan Sudan tak lepas dari skema kompetisi Piala Afrika yang sejak edisi 2019 membuka peluang lebih luas bagi peserta fase gugur. Dalam format tersebut, beberapa tim peringkat ketiga terbaik dari fase grup tetap berhak melangkah ke babak 16 besar. Celah inilah yang dimanfaatkan Sudan secara maksimal di Grup E.

Sepanjang fase grup, Sudan mengoleksi tiga poin yang menempatkan mereka di posisi ketiga klasemen akhir. Mereka harus mengakui keunggulan Aljazair yang tampil dominan dan menyapu bersih seluruh pertandingan dengan sembilan poin. Burkina Faso juga finis di atas Sudan dengan raihan enam angka. Meski demikian, posisi ketiga Sudan masih cukup aman untuk mengamankan satu tempat di fase gugur.

Menariknya, raihan poin Sudan bukanlah yang terburuk di antara tim-tim yang lolos ke babak 16 besar. Hal ini menunjukkan bahwa konsistensi hasil, terutama kemampuan bertahan dan memanfaatkan momentum, menjadi faktor penting selain produktivitas gol. Sudan mampu menjaga asa dengan strategi pragmatis, meski tidak menampilkan permainan menyerang yang agresif.

Kelolosan Sudan menjadi bukti bahwa Piala Afrika 2025 menyuguhkan banyak cerita tak terduga. Tim yang tidak diunggulkan tetap memiliki peluang selama mampu memaksimalkan format turnamen dan menjaga disiplin permainan. Bagi Sudan, pencapaian ini menjadi modal berharga untuk menghadapi tantangan yang lebih berat di fase gugur, sekaligus menegaskan bahwa sepak bola tak selalu soal jumlah gol yang dicetak.

Mungkin Anda Menyukai